Predator Sekarat, Belut yang Ditelan Hidup-hidup Robek Perut Bangau hingga Keluar, Penjelasan Pakar
Predator Sekarat, Belut yang Ditelan Hidup-hidup Robek Perut Bangau hingga Keluar, Penjelasan Pakar
TRIBUN-MEDAN.COM - Predator Sekarat, Belut yang Ditelan Hidup-hidup Robek Perut Bangau hingga Keluar, Penjelasan Pakar
Kisah nyata ini merupakan peristiwa yang super langka.
Belut yang ditelan burung bangau hidup-hidup, berhasil merobek usus sang predator hingga kepala dan badan belut.
Akhirnya bangau ini terbang dengan belut yang bergelantungan di perutnya.
Peristiwa ini diabadikan seorang insinyur dari Maryland, Sam Davis, di dekat pantai wilayah Delaware, Amerika Serikat.
Dilaporkan Live Science yang disadur sariagri.id, peristiwa tersebut dipotret di dekat pantai wilayah Delaware, Amerika Serikat.
Foto-foto tersebut menunjukkan tubuh belut menjuntai di udara.
Sang bangau yang terbang tampak tak merasa terganggu dengan kondisi itu.
Ketika Sam Davis pertama kali melihat peristiwa aneh itu, dia mengira seekor ular atau belut telah menggigit leher bangau.
Davis berada dengan ketinggian sekitar 68 hingga 91 meter.
Tetapi ia memiliki lensa telefoto.
Belut yang ditelan bangau merobek usus pemangsa hingga keluar (facebook)
Sehingga, Sam Davis bisa mengambil foto saat bangau terbang dan bahkan mendarat di air dengan belut masih bergelantung dari perutnya.
"Burung bangau tampaknya tidak bertindak jauh berbeda," kata Davis.
"Itu ada di dalam air dan terbang di sekitar."
Sementara itu, belut sedang melengkungkan tubuhnya, “ Jadi saya kira dia masih hidup di beberapa titik," katanya.
Setibanya di rumah Sam Davis mengedit foto-foto itu.
Baru lah dia menyadari bahwa belut tidak menggigit bangau.
Setelah memperbesar foto, "Saya bisa melihat belut, kamu bisa melihat matanya," katanya.
"Foto-foto itu menunjukkan pemandangan yang sangat menakjubkan," kata John Pogonoski, ahli ikan dari Koleksi Ikan Nasional Australia di Organisasi Riset Ilmiah dan industri Persemakmuran (CSIRO).
Awal tahun ini, John dan rekan-rekannya menerbitkan sebuah penelitian di jurnal Memoirs of the Queensland Museum tentang belut ular (hewan air dari keluarga Ophichthidae), merinci bagaimana belut ular dapat menggali dari perut ikan yang memangsa mereka.
Belut yang ditelan bangau merobek usus pemangsa hingga keluar (facebook)
Diduga belut yang keluar dari perut bangau adalah belut ular.
"Menurut saya ini sangat langka atau sangat jarang terlihat pada spesies burung, setidaknya sejauh yang saya ketahui."
Mengenai bangau tersebut, John menyebut kemungkinan selamat.
“Bangau mungkin selamat, kelihatannya tidak terlalu merepotkan.
Tapi akan bergantung pada seberapa baik lukanya sembuh dan apakah ia dapat menghindari infeksi."
Adapun belut ular, hanya akan bertahan jika dijatuhkan atau sangat dekat dengan air dengan kadar garam yang dapat ditoleransi secara normal.
Belut Ular
Belut ular secara mengejutkan ditemukan bisa membobol perut pemangsanya yang kebanyakan adalah ikan.
Saat belut ular dimakan oleh para pemangsanya masih dalam keadaan hidup, maka babak selanjutnya bisa menjadi malapetaka bagi sang predator.
Melansir ikons.id, berbeda dengan namanya, belut ular bukanlah sejenis ular tapi merupakan bagian dari 200 spesies belut laut yang memiliki ekor yang keras dan runcing, di mana menyumbang lebih dari setengah panjang tubuhnya.
Untuk menyelamatkan hidupnya saat berada di dalam perut pemangsanya, belut ular bisa merobek dinding pencernaan yang cenderung mudah untuk dikoyak.
Namun, karena bagian lain dari perut pemangsa yang kadang lebih keras, membuatnya sering terjebak hidup-hidup di dalamnya.
Menurut peneliti, beberapa dari belut laut yang dapat lolos keluar dari tubuh pemangsa meninggalkan jejaknya yang mungkin tidak disadari oleh pemangsanya sendiri.
Kadang-kadang ditemukan ikan dengan potongan yang cukup besar dari punggungnya. Namun, sulit untuk mengatakan jika belut ular cukup beruntung untuk bisa lolos dari perut predator hanya dengan menggunakan ekornya saja.
“Mereka bisa terperangkap di dalam sana cukup lama. Kadang-kadang sampai ikan itu akhirnya ditangkap dan nelayan menemukannya,” kata peneliti Jeff Johnson dari Museum Queensland kepada The Guardian.
“Dalam salah satu sampel, kami benar-benar menemukannya masih hidup di dalam perut ikan”
Belut laut merupakan bagian dari famili Ophichthidae.
Panjangnya berkisar antara 20 hingga 50 cm.
Banyak ditemukan di perairan tropis dan sub tropis di seluruh dunia, bahkan kadang di perairan sungai.
Hidup di sekitar terumbu karang, hewan ini lebih jinak dibandingkan kerabatnya yang agresif.
Tubuhnya yang panjang dan ramping memudahkan ikan pemangsa menelannya dalam keadaan masih utuh.
Ekornya yang lancip seringkali digunakan untuk menggali lubang di dasar laut untuk dijadikannya sebagai tempat berlindung dari para pemangsanya.
Namun, ketika malam tiba, hewan nokturnal ini meninggalkan lubangnya untuk mencari makanan.
Tapi, seringkali mengubur tubuhnya di dalam pasir dan hanya memperlihatkan kepalanya sambil menunggu mangsanya yang melewatinya.
Para peneliti dari sejumlah lembaga yang berbeda mengumpulkan 11 spesies ikan predator dari sejumlah lokasi yang berbeda di seluruh Australia, dan mendapatkan belut ular yang masih dalam keadaan utuh di dalam perutnya.
Hasil penelitiannya diterbitkan di jurnal Memoirs of the Queensland Museum.
(sariagri.id/ikon.id)