Breaking News:

Produktivitas Pertanian Samosir Lima Tahun Terakhir Tunjukkan Peningkatan, Berikut Angka-angkanya

Beberapa produktivitas pertanian yang mengalami peningkatan adalah padi, jagung, kacang tanah, bawang merah dan kentang.

TRIBUN MEDAN/MAURITS
SEKRETARIS Dinas Pertanian Junelis Sinaga saat ditemui di Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Samosir, Rabu (18/11/2020). 

TRIBUN-MEDAN.com, SAMOSIR - Beberapa hasil pertanian yang ada di Samosir mengalami peningkatan dalam lima tahun terakhir sejak tahun 2015 hingga tahun 2019.

Beberapa produktivitas pertanian yang mengalami peningkatan adalah padi, jagung, kacang tanah, bawang merah dan kentang.

Pada tahun 2015, produktivitas padi sebanyak 50,38 kwintal per hektar dengan produksi 43.337 ton.

"Pada tahun 2016, produktivitas padi berkisar 47,28 kwintal per hektar dengan produksi sebesar 38.916 ton. Pada tahun 2017, produktivitas padi berkisar 52,06 kwintal per hektar dengan produksi sebesar 39.888 ton," kata Sekretaris Dinas Pertanian Junelis Sinaga saat ditemui di Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Samosir, Rabu (18/11/2020).

Selanjutnya, pada tahun 2018, produktivitas padi sebesar 48,98 kwintal per hektar dengan produksi padi sebanyak 43.155 ton. Pada tahun 2019, produktivitas padi sebesar 50,41 kwintal per hektar dengan produksi padi sebesar 54.067 ton,"

Selain padi, pihak Dinas Pertanian juga menyajikan data perkembangan produksi jagung di Kabupaten Samosir sejak tahun 2015 hingga 2019.

Baca juga: Lima Tahun Terakhir, Produktivitas Pertanian di Samosir Alami Peningkatan

Produktivitas jagung pada tahun 2015 sebesar 58,31 kwintal per hektar dengan produsi sebesar 7.009 ton. Sementara pada tahun 2016, produktivitas 53,33 kw/ha dan produksi sebesar 7,306 ton. Tahun 2017, produktivitas: 73,13 kw/ha dan produksi: 19.513 ton.

Tahun 2018, produktivitas mencapai 53,79 kw/ha dengan produksi 17.414 ton. Pada tahun 2019, produktivitas sebanyak 55,10 kw/ha dengan produksi: 47.617 ton.

Selain padi dan jagung, ia juga sampaikan produktivitas pertanian kacang tanah.

"Tahun 2015, produktivitas sebanyak 11,07 kw/ha dengan produksi 195 ton. Tahun 2016, produktivitas 14,71 kw/ha dengan produksi 193 ton. Tahun 2017, produktivitas:17,76 kw/ha dengan produksi: 115 ton. Tahun 2018, produktivitas 12,80 kw/ha dengan produksi 84 ton. Tahun 2019, produktivitas 11,96 kw/ha dengan produksi 73 ton," lanjutnya.

Dikatakannya, perihal data produktivitas bawang merah yang disertai dengan produksi bawang merah setiap tahunnya sejak tahun 2015 hingga tahun 2019.

"Tahun 2015, produktivitas 64,41 kw/ha dengan produksi 1.353 ton. Tahun 2016, produktivitas 66,63 kw/ha dengan produksi 1.259 ton. Tahun 2017, produktivitas 72,12 kw/ha dengan produksi 1,680 ton. Tahun 2018, produktivitas 72,12 kw/ha dengan produksi 1.839 ton. Tahun 2019, produktivitas 69,55 kw/ha dengan produksi 1.565 ton," katanya.

Junelis menjelaskan data produktivitas kentang pada setiap hektar dengan satuan ukuran berat kwintal sejak tahun 2015 hingga tahun 2019.

"Tahun 2015, produktivitas 250 kw/ha dengan produksi 12.950 ton. Tahun 2016, produktivitas 250 kw/ha dengan produksi 13.050 ton. Tahun 2017, produktivitas 210,64 kw/ha dengan produksi 13.050 ton. Tahun 2018, produktivitas 210,64 kw/ha dengan produksi 16.472 ton. Pada tahun 2019, produktivitas 201,60 kw/ga dan produksi 9.314 ton," pungkasnya. (cr3/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved