Pegadaian Tegaskan Tidak Pernah Laksanakan Lelang secara Online

Pegadaian menyediakan beberapa produk penunjang untuk membantu masyarakat dalam menghadapi Covid-19 yang saat ini sedang berlangsung.

TRIBUN MEDAN/NATALIN
PIMPINAN PT Pegadaian (Persero) Kanwil I Medan, Edwin S Inkiriwang saat ditemui di Medan, Kamis (19/11/2020). 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - PT Pegadaian (Persero) masih terus bersinergi dengan masyarakat, membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dana mendadak maupun dana dana yang bisa diinvestasikannya berupa tabungan emas dan logam mulia.

Hal ini diungkapkan Pimpinan PT Pegadaian (Persero) Kanwil I Medan, Edwin S Inkiriwang di Medan, Kamis (19/11/2020).

Diakuinya, dalam masa pandemi Covid-19 ini ada banyak program dari pemerintah sehubungan dengan penangulangan Covid-19, Pegadaian sudah menjalankan protokol kesehatan.

"Kami juga membantu masyarakat. Ada beberapa kegiatan yang berhubungan dalam pengagulangan Covid-19. Kami menyediakan beberapa produk penunjang untuk membantu masyarakat dalam menghadapi Covid-19 yang saat ini sedang berlangsung," ujar Edwin.

Edwin mengaku Pegadaian juga ditugaskan untuk menyediakan data anggota masyarakat yang memperoleh BPUM (Bantuan Pemerintah untuk Usaha Mikro) yang disalurkan melalui BRI (Bank Rakyat Indonesia). 

Selain itu, sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat serta wujud implementasi perlindungan konsumen, Pegadaian telah melakukan proses hukum kepada pemilik akun
palsu yang mengatasnamakan Pegadaian yang digunakan untuk melakukan tindak penipuan.

Edwin mengatakan, dalam kebijakan perusahaan PT Pegadaian (Persero) tidak pernah melakukan penjualan ataupun lelang secara online.

Baca juga: Setelah Berhari-hari Anjlok, Harga Emas Antam di Sumut Sudah 5 Hari Stagnan, Daftar Harga Pegadaian

Pelaku lelang online fake account (akun palsu) yang mengatasnamakan Pegadaian, Gadai, Pengadaian Syariah itu tidak benar.

"Pegadaian tidak pernah melaksanakan lelang secara online, justru yang kita lakukan langsung di outlet kami. Termasuk juga kegiatan kami langsung memajang barang dalam bentuk bazar yang bisa diikuti masyarakat umum jadi masyarakat umum bisa melihat barang yang dilelang modelnya bagaimana. Kemudian caranya membeli bagaimana, yang pasti harus visit (mengunjungi) kantor kami yang ada di sekitar bapak ibu sekalian," ujarnya.

Menurut Edwin, pelaku penipuan dengan akun medsos menawarkan barang berharga, seperti emas baik batangan maupun
perhiasan dengan harga murah jauh di bawah harga pasar. Selain itu, juga barang berharga Iain, berupa laptop, handphone, bahkan sepeda dengan merk ternama.

"Sebenarnya dari sisi konsumen atau pengunanya, dia sudah bisa mengira dengan barang kualitas ini kok harganya sekian. Itu yang ditawarkan mulai barang perhiasan sampai sepeda dengan merek yang bagus. Misalnya sepeda merek ternama ditawarkan Rp 15 juta hingga Rp 20 juta padahal harga barang itu bisa sampai diatas Rp 50 juta jadi tidak mungkin. Berbicara tentang perhiasan itu lebih tidak mungkin lagi, emas memiliki harga atau nilai yang sudah ada standarnya jadi tidak mungkin akan dijual dibawah harga yang ditawarkan," ungkapnya.

Untuk sisi target outstanding loan (OSL), Pegadaian Kanwil I Medan sudah mencapai 99,67 persen dari total 4,115 triliun.

"Jadi kalau ditanya apakah Covid-19 berpengaruh terhadap Pegadaian, saya jawab tidak karena terbukti kami bisa mencapai 99,67 persen sisa waktu satu bulan untuk mengejar ke angka 4,115 triliun. Mudah-mudahan angka itu bisa dicapai bahkan lebih daripada ditargetkan kepada kami," kata Edwin. (nat/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved