Breaking News:

Ternyata Masyarakat Samosir Lebih Memilih Tanam Jagung daripada Padi, Ini Alasannya

Masyarakat memilih tanaman jagung karena dalam pengurusannya itu lebih gampang. Dan juga, pangsa pasarnya menjanjikan.

Penulis: Maurits Pardosi
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
TRIBUN MEDAN/MAURITS
TANAMAN padi yang siap dipanen yang berada di kawasan Danau Toba, Kamis (19/11/2020). 

TRIBUN-MEDAN.com, SAMOSIR - Masyarakat Samosir akhir-akhir ini lebih memilih jagung dibandingkan padi. Hal ini terlihat dari lahan yang berada di sepanjang jalan lintas Kabupaten Samosir yang ditanami jagung.

Terkait hal ini, Dinas Pertanian Kabupaten Samosir memberikan keterangan terkait alasan pemilihan tanaman jagung sebagai tanaman pertanian di Kabupaten Samosir.

"Masyarakat memilih tanaman jagung karena dalam pengurusannya itu lebih gampang. Dan juga, pangsa pasarnya menjanjikan. Kita memang dalam hal jagung, kita itu surplus. Jadi, masyarakat Kabupaten Samosir sekarang lebih banyak menanam jagung ketimbang padi," ujar Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Samosir Junelis Samosir di Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Samosir, Kamis (19/11/2020).

Junelis mengatakan, penanaman padi kurang diminati masyarakat secara khusus di Pulau Samosir karena harus mengandalkan hujan, atau sawah tadah hujan.

"Kalau padi kan kita mengharapkan hujan turun. Apalagi kalau di Pulau Samosir ini kan, lebih banyak membutuhkan hujan dalam hal ini daripada di Pulau Sumatera," ungkapnya.

Dari sembilan kecamatan, ada tiga kecamatan yang berada di Pulau Sumatera yang termasuk Kabupaten Samosir yang mampu panen padi dua kali setahun karena kebutuhan air tercukupi antara lain Kecamatan Harian, Sianjur, dan Sitiotio.

Baca juga: Produktivitas Pertanian Samosir Lima Tahun Terakhir Tunjukkan Peningkatan, Berikut Angka-angkanya

"Di Pulau Sumatera, airnya kan berlimpah. Kalau di Pulau Samosir itu, kita tadah hujan. Kalau di Pulau Sumatera itu ada tiga kecamatan yakni Kecamatan Harian, Sianjur dan juga Kecamatan Sitiotio. Inilah yang pertaniannya bisa sampai dua kali dalam setahun," ungkapnya.

Selain yang tiga kecamatan tersebut, ada satu kecamatan lagi yang berada di Pulau Samosir yang mampu panen padi dua kali dalam setahun yakni Kecamatan Palipi.

"Kalau kita untuk membutuhi pangan di masa Covid-19 ini, kita cukup bisa. Karena kita kan bukan hanya mengharapkan sisi padi saja, tapi kita kan bisa menanam jagung, menanam kacang, dan juga menanam sayur-sayuran," sambungnya.

Lebih lanjut, Dinas Pertanian Kabupaten Samosir menyampaikan, dalam masa pandemi COVID-19, geliat pertanian di Samosir ditingkatkan.

Upaya yang dapat dilakukan oleh Dinas Pertanian Kabupaten Samosir untuk meningkatkan produktivitas pertanian melalui kelompok tani adalah memberikan bantuan yang datang langsung dari Kementerian Pertanian.

"Di masa pandemi Covid-19, Dinas Pertanian memberikan bantuan berupa bibit. Bibit yang dimaksud bisa berupa padi, bawang merah, kentang, dan jangung," pungkasnya. (cr3/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved