Breaking News:

Kemendikbud Izinkan Sekolah Tatap Muka

Anggap Sekolah Daring Tak Lagi Efektif, SMAN 7 Medan Dukung Kebijakan Sekolah Tatap Muka

Gokman juga menuturkan bahwa pihak sekolah akan membuat pembatasan waktu dan peniadaan kantin sekolah untuk mencegah adanya kerumunan.

Kartika / Tribun Medan
Siswa SMA Negeri 7 yang melakukan kegiatan olahraga di Lapangan SMA Negeri 7 Medan sebelum pandemi Covid-19   

TRIBUN-MEDAN.com - SMA Negeri 7 Medan sambut antusias keputusan Menteri Pendidikan Nadiem Makarim untuk memberikan izin pembelajaran tatap muka pada semester genap di bulan Januari 2021 mendatang.

Wakil Kepala SMAN 7 Medan, Gokman Sianturi turut menyambut baik hal tersebut. Ia mengungkapkan bahwa kebijakan ini akan dapat terlaksana baik jika sekolah menerapkan protokol secara ketat.  

"Kita sangat senang ya cuma maunya ada juknisnya gitu lah untuk daerah mana yang diperbolehkan dan bagaimana aturan-aturannya. Secara prinsip kita, dari guru sangat prihatin terhadap belajar daring ini. 

Kalau bisa diprogramkan belajar tatap muka sangat bagus yang penting penerapan protokol secara ketat. Kita sebagai guru sangat menyambut itu," ungkap Gokman kepada Tribun Medan, Sabtu (21/11/2020).

Saat ditanya mengenai kesiapan sekolah, Gokman dengan mantap menjawab jika protokol kesehatan di sekolah sudah cukup memadai dengan perlengkapan westafel dan pengaturan kursi sekolah.

"Kita siap artinya dari segi persyaratan protokol kesehatan sudah memadai. Kita siapkan juga tempat cuci tangan, ada juga barusan bantuan dari Bank Sumut berupa westafel tiga hari yang lalu.

Kalau ini disediakan secara bertahap, kelas kita siapkan 1 orang satu meja sudah sangat siap. Guru juga sudah merasa bosan dengan pembelajaran daring. Ketika itu diterapkan di Medan, kita siap menyambut itu," ujarnya.

Terkait dengan peraturan lainnya, Gokman juga menuturkan bahwa pihak sekolah akan membuat pembatasan waktu dan peniadaan kantin sekolah untuk mencegah adanya kerumunan.

"Kita hanya menunggu petunjuk dari atasan. Ketika simulasi diturunkan, kita akan terapkan hal tersebut. Nanti juga ada pembatasan waktu, diperhitungkan juga kesitu. 

Peniadaan kantin ini mencegah kerumunan, kalau dibuka akan sulit mencegah kerumunan. Dengan ketat seperti itu, mungkin si anak bawa bontot dari rumah. Dan analisa kita waktu akan diminimalisir, biasanya kita 1x45 menit menjadi 1x 30 menit," jelas Gokman.

Tambahnya, Gokman mengimbau agar para siswa dapat mengikuti dan disiplin dalam penerapan prokes baik di rumah maupun di sekolah saat penerapan belajar tatap muka dimulai.

"Di dalam pembelajaran daring terus kita imbau untuk protokol kesehatan ketika keluar dari rumah wajib pakai masker, mencuci tangan, menggunakan hand sanitizer. Kalau ada urusan anak ke sekolah untuk administrasi kita cegah berkerumun," pungkas Gokman.

(cr13/tribun-medan.com) 
 

Penulis: Kartika Sari
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved