Breaking News:

Viral Medsos

Batu Meteor Josua Hutagalung Sudah Diberi Nama di AS, Josua Minta Ganti Nama Jadi 'Satahi Nauli'

Josua menyarankan, agar nama Meteor Kolang bisa diganti menjadi Satahi Nauli (bahasa Batak), nama desa tempat Josua tinggal.

VIA KOMPAS.COM
Jared Collins bersama Josua Hutagalung menunjukkan batu meteor miliknya yang diakuinya hanya dibayar Rp 200 juta (lebih), namun dikabarkan laku terjual dan dibeli seorang kolektor meteor di Amerika senilai Rp 26 miliar.(DOK. HANDOUT) 

TRIBUN-MEDAN.COM - Josua Hutagalung, pria pembuat peti mati asal Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, menyebut bahwa batu meteor yang dia temukan sudah diberi nama.

"Nama meteoritnya Kolang," tulis Josua di beranda halaman akun Facebook miliknya, Jumat (20/11/2020).

Pemberian nama Kolang itu mendapat sambutan dari netizen. Salah satunya Roberto Vargas, pria yang diketahui sebagai kolektor bebatuan meteor tersebut mengucapkan selamat kepada Josua.

"Congratulation Josua Hutagalung," tulis Roberto.

Josua pun membalas ucapan selamat tersebut dan mengucapkan terima kasih.

"Terima kasih Pak Roberto, karena sudah terlibat dalam penelitian meteorit Kolang," ucap Josua dalam bahasa Inggris.

Josua menyarankan, agar nama Kolang bisa diganti menjadi Satahi Nauli (bahasa Batak), nama desa tempat Josua tinggal yang sekaligus menjadi lokasi batu meteor ditemukan.

Menurut Josua, Satahi Nauli memiliki makna yang luar biasa bagi suku Batak.

Apabila diartikan bermakna, satu kata yang indah atau satu pendapat yang indah.

"Tapi tidak apa-apa jika tidak bisa dirubah, yang penting meteorit sudah diteliti dan bisa mendidik banyak orang. Terima kasih banyak Pak Roberto," kata Josua.

Halaman
1234
Editor: Abdi Tumanggor
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved