Breaking News:

Berdasarkan Laporan Warga, Tiga Ekor Babi Hanyut Akibat Luapan Sungai Bah Tongguran Tanah Jawa

Debit air datang begitu cepat hingga puncaknya terjadi pukul 22.00 WIB sampai merubuhkan jembatan.

Penulis: Alija Magribi
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
TRIBUN MEDAN/ALIJA
SEJUMLAH warga melihat kondisi terkini Jembatan Tongguran yang ambruk akibat diterjang banjir bandang Jumat (20/11/2020) malam. 

TRIBUN-MEDAN.com, SIMALUNGUN - Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Simalungun, sejak Jumat (20/11/2020) sore kemarin, membuat Sungai Bah Tongguran di Kecamatan Tanah Jawa meluap.

Bahkan debit air yang meningkat kemudian menghantam sejumlah bangunan warga hingga Jembatan Kuning Tanah Jawa.

Kapolsek Tanah Jawa, Kompol Selamat mengatakan, debit air datang begitu cepat hingga puncaknya terjadi pukul 22.00 WIB sampai merubuhkan jembatan.

"Informasi dari masyarakat bahwa arusnya mendadak datang dari atas. Air menghantam dari atas (hulu) ke bawah (hilir). Ada laporan warga, dia punya ternak tiga babi yang hilang. Arus yang tinggi tiba-tiba menghanyutkan hewan ternaknya," ujar Selamat.

Saat kejadian, ujar Selamat, ketinggian air dari atas permukaan sungai mencapai tujuh meter saat normal.

Baca juga: Diguyur Hujan, Jembatan Sungai Tongguran Tanah Jawa Amblas, Terparah Sejak 26 Tahun Terakhir

Sungai bahkan menggenangi jembatan dan menyusup ke rumah warga yang ada di bibir sungai.

Selamat menuturkan, banjir baru mulai menyurut sekira Pukul 01.00 WIB pada Sabtu (21/11/2020) dini hari tadi. 

"Pagi tadi sekira pukul 02.30 arus air sudah menurun. Sudah enggak menggenangi jembatan Tongguran lagi. Dan sekarang siang ini arus air sungai bisa kita lihat sudah normal," kata Selamat

Terkait dampak, Selamat menjelaskan tidak ada korban jiwa dalam musibah ini.

Namun 12 unit bangunan warga (rumah dan warung) serta satu unit rumah ibadah yaitu Masjid Raya Pekan Tanah Jawa sempat kebanjiran.

"Korban jiwa tidak ada. Yang ada kerugian materil akibat banjir seperti warung warung dan hewan ternak. Tapi anggota saya masih akan melakukan pendataan sampai sekarang," katanya.

Ditambahkannya, tidak ada warga yang perlu mengungsi akibat kejadian ini.(alj/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved