Breaking News:

Dampak Cuaca Ekstrem di Sumut, Dua Kios di Desa Pengambatan Ambruk Terbawa Longsor

Peristiwa longsor yang terjadi di Desa Pengambatan, Dusun Aek Hotang, Kecamatan Merek ini, turut menyebabkan dua bangunan di atasnya terbawa longsor.

TRIBUN MEDAN/HO
PERISTIWA longsor di jalan lintas Kabupaten Karo menuju Kabupaten Dairi, tepatnya di Desa Pengamatan, mengalami longsor, Jumat (20/11/2020). Akibat longsor ini, dua kios yang berada di atasnya ikut terbawa longsoran. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEREK - Beberapa hari terakhir, cuaca di sebagian besar Kabupaten Karo mengalami perubahan yang cukup sering.

Selain itu, dengan cuaca yang mulai ekstrem ini juga sekarang curah hujan cukup tinggi mengguyur wilayah bumi turang.

Dengan tingginya curah hujan ini, membuat tebing yang berada di jalan lintas Kecamatan Merek menuju Kabupaten Dairi tepatnya di KM 108 longsor.

Peristiwa longsor yang terjadi di Desa Pengambatan, Dusun Aek Hotang, Kecamatan Merek ini, turut menyebabkan dua bangunan di atasnya ikut terbawa longsor.

Saat dikonfirmasi perihal peristiwa ini, Kapolsek Tigapanah AKP Ramli Simanjorang membenarkan adanya peristiwa ini.

Ramli menjelaskan, jika bencana tanah longsor di jalan lintas antar kabupaten ini terjadi pada Jumat (20/11/2020) sekira pukul 16.00 WIB.

"Benar kita tadi menerima adanya laporan musibah tanah longsor di Desa Pengambatan, tepatnya di Dusun Aek Hotang, atau yang lebih dikenal dengan penatapan dua," ujar Ramli, saat dikonfirmasi Jumat (20/11/2020) malam.

Baca juga: Longsor di Tapsel Sempat Hambat Akses Lalu Lintas, Brimob Bergerak Cepat Lakukan Pembersihan

Saat ditanya mengenai dampak longsor ini, Ramli menjelaskan jika dua bangunan yang digunakan oleh pemiliknya sebagai warung itu ikut terbawa longsor.

Dirinya mengatakan, dari dua warung tersebut diketahui merupakan milik dari Radin Sian Sinaga (45) warga Desa Nagalingga, Kecamatan Merek, dan Besli Saragih (45) warga Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun.

"Dari peristiwa longsor ini, dua bangunan yang digunakan pemiliknya sekaligus sebagai tempat usaha ikut terbawa longsor," katanya.

Ramli menjelaskan, berdasarkan informasi yang diterima para korban sebenarnya sudah mengetahui jika tanah yang berada di bawa warung tersebut sudah mulai menunjukkan tanda-tanda akan longsor.

Pasalnya, sebelum longsor para korban melihat tanah di bawah warungnya sudah mengalami retak hingga membuat bangunan di atasnya miring.

"Awalnya sekira pukul 08.00 WIB pagi tadi, tanah di bawahnya sudah retak. Karena bangunannya juga sudah miring, maka pemilik warung bersiap menyelamatkan barang yang ada di dalam rumah tersebut untuk menghindari hal yang tidak diinginkan," ungkapnya.

Lebih lanjut, Ramli mengatakan jika saat itu warga di sana juga sudah melakukan gotong royong untuk memperbaiki bangunan. Namun, karena memang cuaca di kawasan tersebut cukup labil sehingga membuat tanah di tebing tersebut bergeser hingga longsor.

Dikatakannya, akibat dari peristiwa ini tidak menimbulkan adanya korban jiwa. Namun, kerugian materil diperkirakan mencapai angka kurang lebih 300 juta rupiah. (cr4/tribun-medan.com) 

Penulis: Muhammad Nasrul
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved