Breaking News:

Diguyur Hujan, Jembatan Sungai Tongguran Tanah Jawa Amblas, Terparah Sejak 26 Tahun Terakhir

Jembatan yang di atasnya merupakan akses jalan warga menuju Kecamatan Tanah Jawa, Kecamatan Hatonduhan, dan Kecamatan Bandar itu roboh.

Penulis: Alija Magribi | Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
TRIBUN MEDAN/ALIJA
WARGA melihat kondisi terkini Jembatan Tongguran yang ambruk akibat diterjang banjir bandang Jumat (20/11/2020) malam. 

TRIBUN-MEDAN.com, SIMALUNGUN - Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Simalungun sejak Jumat (20/11/2020) sore hingga malam, mengakibatkan Jembatan Tanah Jawa di aliran Sungai Tonggruan amblas.

Jalur urat nadi menuju kecamatan terluar di Kabupaten Simalungun itupun sempat lumpuh beberapa saat.

Jembatan yang di atasnya merupakan akses jalan warga menuju Kecamatan Tanah Jawa, Kecamatan Hatonduhan, dan Kecamatan Bandar itu roboh usai dihantam banjir bandang malam tadi sekira pukul 10.00 WIB. 

Hary Eka Ompusunggu, warga yang rumahnya berada tepat di pinggir Jembatan Tanah Jawa mengatakan, air Sungai Tongguran mulai meluap pada pukul 20.30 WIB. Debit air mulai meningkat hingga mendekati pukul 22.00 WIB, jembatan amblas

"Kita sebenarnya sudah menduga, memang sudah biasa kalau hujan panjang, bakal banjir. Tapi sampai amblas jembatan kuning ini, gak kita duga," ujar Hary Eka saat hendak membersihkan perabot rumahnya.

"Debit air makin naik terus menerus sampai satu meter di rumah saya ini. Dan menutup jembatan," lanjut Hary.

Baca juga: Jembatan di Jorlang Hataran Terkikis Banjir, Untuk Sementara Dilakukan Sistem Buka Tutup

Hary menjelaskan, amblasnya jembatan adalah yang terparah sejak banjir terakhir kali menerjang, terjadi pada tahun 1994. Saat itu sungai meluap sampai ke Pekan Tanah Jawa.

"Terakhir banjir parah itu tahun 1994. Atau 26 tahun yang lalu lah. Kalau banjir kecil-kecil memang udah biasa. Beberapa tahun terakhir, Ini yang paling parah lah," ujar Hary.

Tetangga Hary, Budi Haryanto menambahkan,penyebab banjir bisa sekuat itu merobohkan jembatan lantaran debit air dari guyuran hujan yang terjadi terlalu lama. Apalagi hulu Sungai Tongguran ada percabangan sungai yang berhilir ke arah jembatan.

"Sebetulnya karena kelamaan banjirnya. Makanya sampai bangunan warung BPK, warung kopi di sini (sekitar jembatan) habis," katanya.

Budi meminta pemerintah secepatnya mendahulukan perbaikan akses air bersih milik PDAM. Sebab Jembatan yang ambruk turut memutus pipa air PDAM untuk masyarakat Nagori Tanjung Pasir, Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun

Pantauan Tribun-Medan.com, warga tampak membersihkan barang barang berharga yang bisa diselamatkan, seperti surat surat alat elektronik, dan perabot dapur.

"Kalau tempat tidur nggak selamat, pakaian ya, nggak selamat," ujar warga lainnya Lely Boru Gultom.(alj/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved