Breaking News:

Banjir Batangserangan Genangi Ribuan Rumah, Warga: Bulan Ini Sudah Dua Kali

Hujan deras sepanjang hari sejak Sabtu sore hingga Minggu berdampak banjir ke sejumlah desa di Kecamatan Batangserangan, Kabupaten Langkat.

TRIBUN MEDAN / HO
Sejumlah anak terlihat melintas di kawasan yang dilanda banjir di Kecamatan Batangserangan, Minggu (22/11/2020) 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Dedy Kurniawan

TRIBUN-MEDAN.com, STABAT - Hujan deras sepanjang hari sejak Sabtu sore hingga Minggu berdampak banjir ke sejumlah desa di Kecamatan Batangserangan, Kabupaten Langkat.

Tidak hanya puluhan rumah, melainkan terdata ribuan rumah yang tergenang banjir pada Minggu (22/11/2020).

Banjir meluap ke dataran dan pemukiman warga setelah debit air Sungai Tenang dan Sungai Batangserangan naik.

Banjir di pemukiman warga terlihat hingga mencapai lutut bahkan ada yang hingga sepinggang orang dewasa.

"Tim saat ini berada di lapangan membantu warga yang terdampak banjir lintasan ini. Banjir dampak hujan, debit air sungai naik ke permukaan mulai tadi malam. Tim di lapangan membantu warga mengevakuasi barangnya dan membersihkan dampak banjir," kata Kepala BPBD Langkat, Irwansyahri.

Warga mulai menyelamatkan barang berharga, perabotan rumah tangga mulai malam hari. Sementara, informasi diterima tidak ada korban jiwa dalam kejadian bencana alam banjir akhir tahun 2020 ini.

"Hujan deras terus sejak Sabtu sore, tapi pas malam airnya yang naik. Kami sudah langsung mulai selamatkan barang-barang ke tempat yang tinggi. Sepanjang malam pun panjang hujannya sampai pagi, ini sudah ada sekaki orang dewasa. Mudah-mudahan sore ini sudah surut, biasa gitu banjirnya," kata warga Batangserangan Siska.

Warga lainnya, Dian mengatakan sudah lima tahun tidak pernah terjadi banjir parah lagi di Batangserangan.

Namun tahun ini terjadi banjir sudah dua kali dalam sebulan. Katanya, hujan cukup ekstrem sehingga air sungai meluap.

"Ini banjir parah di Batangserangan sudah dua kali bulan ini saja, padahal sudah lima tahun tidak pernah banjir lagi. Kalau penyebab hujan ekstrem sejak Sabtu sore semalam sampai tadi siang," ujarnya.

Camat Batangserangan, Arie Ramadhani mengatakan, banjir akibat curah hujan yang tinggi mencapai 30-100 Cm. Sementara yang terdata 1.078 rumah warga yang terdampak banjir," jelasnya.

Data sementara, kondisi terkini kecamatan Batang serangan akibat curah hujan yang tinggi dan meluapnya Sungai Air tenang dan Sungai Batangserangan berdampak 1.290 Kepala Keluarga dengan total jumlah 3.629. Adapun jumlah rumah yang terdampak banjir sementara ada 1.078 unit.

Di antaranya di Kelurahan Batang Serangan Lingkungan Beteng Titi Besi berdampak ke 150 KK dan 120 rumah, di Desa Sei Bamban Dusun Pujidadi I 50 KK dan 50 Rumah, Dusun Pujidadi II 40 KK dan 34 Rumah, Dusun Pujidadi III 95 KK dan 70 rumah, di Dusun Pujidadi IV 185 KK di 154 rumah, Dusun Sumberjo Utara 55 KK dan 40 rumah, Dusun Tahun 10 Selatan 15 KK di 9 rumah, Dusun Tahun 10 Utara 3KK di 3 rumah.

Lalu di Desa Karya Jadi melanda Dusun Samitrisno Hilir 167 KK dan 132 rumah, Dusun Karya Jadi 198 KK di 178 rumah, Dusun Durian Tunggal 105 KK di 96 rumah, Dusun Sentongan 16 KK di 13 rumah, Dusun Samitrisno 184 KK di 152 rumah. Selanjutnya di Desa Kwala Musam melanda Dusun Sungai Pasir terdata 9 KK di 9 rumah, Dusun Karya Sari 13 KK di 12 rumah, Dusun Emplasemen Air Tenang 3 KK di 3 rumah, Afdeling Air Tenang melanda satu rumah ibadah masjid.

(Dyk/tribun-medan.com)

Penulis: Dedy Kurniawan
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved