Breaking News:

Hindari Longsor Susulan, BPBD Karo Minta Pedagang di Kecamatan Merek Tingkatan Pengawasan

Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Karo telah melakukan peninjauan di lokasi bencana tanah longsor di Desa Pengambatan, Kecamatan Merek.

TRIBUN MEDAN/HO
Akibat cuaca ekstrem, dua kios di Penatapan Desa Pengambatan, Kecamatan Merek, terbawa longsor, Jumat (20/11/2020) kemarin. 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Muhammad Nasrul

TRIBUN-MEDAN.com, KABANJAHE - Pasca terjadinya bencana tanah longsor di Desa Pengambatan, Kecamatan Merek, Jumat (20/11/2020) kemarin, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karo telah melakukan peninjauan di lokasi tersebut.

Selain melakukan peninjauan, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Karo Natanail Peranginangin mengungkapkan pihaknya juga sudah melukai pendataan korban yang terdampak.

"Kemarin kita sudah ke lokasi, dan sudah kita data juga kemarin siapa saja yang terdampak. Dan kita data juga seputar berapa banyak kerugian mereka, nanti kalau tidak terlalu besar mungkin akan kita hantu," ujar Natanail, Minggu (22/11/2020).

Natanail menjelaskan, saat datang ke lokasi tersebut pihaknya juga sudah bertemu dengan dua keluarga yang menempati dua kios di lokasi penatapan itu.

Sebagai langkah awal pihaknya juga menyarankan kepada kedua pemilik kios tersebut agar tinggal sementara di rumah keluarnya yang terdekat.

"Kemarin kita sarankan juga supaya mereka mengungsi dulu, apalagi kemarin mereka juga sudah sempat menyelamatkan barang milik mereka yaudah ada di dalam kios tersebut," katanya.

Ketika ditanya perihal tindak lanjut yang dilakukan untuk menghindari longsor lanjutan, Natanail mengatakan jika pihaknya juga meminta para pedagang yang lain mulai melakukan jaga malam.

Ia mengatakan, langkah ini dilakukan agar nantinya jika sewaktu-waktu kembali terjadi longsor susulan atau tanda-tanda dapat memberitahukan kepada yang lain.

"Kita sarankan agar ada jaga malam, jadi kalau ada tanda-tanda bisa saling memberitahu," ucapnya.

Disinggung apakah pihaknya akan melakukan langkah pemasangan penahan di lokasi tersebut, dirinya mengatakan jika langkah ini belum dilakukan.

Dirinya mengatakan, di lokasi tersebut jika longsoran tersebut juga tidak merembet ke titik lainnya.

"Kalau penahan mungkin belum, karena yang longsor itu juga awalnya dari pondasi warung yang tidak kuat lagi. Terlebih cuaca kan sedang ekstrem, jadi tanah di bawahnya itu tidak kuat sehingga amblas," ungkapnya.

Informasi sebelumnya, longsor ini terjadi pada Jumat (20/11/2020) kemarin dan menyebabkan dua kios di jalur Karo menuju Dairi itu amblas. Dari dua warung tersebut diketahui merupakan milik dari Radin Sian Sinaga (45) warga Desa Nagalingga, Kecamatan Merek, dan Besli Saragih (45) warga Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun.

(cr4/tribun-medan.com)

Penulis: Muhammad Nasrul
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved