Breaking News:

Memasuki Cuaca Ekstrem, Disparbud Karo Akan Surati Pelaku Usaha Agar Lebih Waspada

Dengan kondisi cuaca yang sedang ekstrem, tentunya wajib diwaspadai sewaktu-waktu dapat berdampak kepada aktivitas wisata. 

Tribun-Medan.com/Muhammad Nasrul
KEPALA Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Karo Munarta Ginting. 

TRIBUN-MEDAN.com, BERASTAGI - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Karo, berencana untuk membuat surat imbauan kepada seluruh pelaku wisata di Kabupaten Karo untuk meningkatkan kewaspadaan.

Hal ini mengingay cuaca ekstrem ini sempat tercatat menyebabkan timbulnya bencana tanah longsor di kawasan Kecamatan Merek, Karo.

Seperti diketahui, Kabupaten Karo merupakan salah satu daerah yang masih banyak dikunjungi oleh masyarakat terlebih memasuki libur akhir tahun nantinya. 

"Terimakasih ini juga menjadi peringatan bagi kita semua mengingat cuaca akhir-akhir ini sedang ekstrem. Mungkin untuk langkah awal, akan kita surati para pelaku wisata agar lebih meningkatkan kewaspadaan di wilayahnya masing-masing," ujar Kepala Disparbud Karo Munarta Ginting, saat ditemui di Taman Mejuah-Juah, Jalan Gundaling, Berastagi, Senin (23/11/2020).

Munarta menjelaskan, memang di Kabupaten Karo memiliki banyak destinasi wisata dan didominasi oleh wisata yang bersifat di alam terbuka. Dengan kondisi cuaca yang sedang ekstrem, tentunya wajib diwaspadai sewaktu-waktu dapat berdampak kepada aktivitas wisata. 

"Kita tahu di Karo memang banyak wisata yang di alam terbuka, dan banyak juga lokasi yang berada di perbukitan. Tentunya depan cuaca seperti saat ini, harus sama-sama kita waspadai," ucapnya. 

Ketika dinyata mengenai langkah konkret yang akan dilakukan seperti apakah akan menempatkan pos maupun penjagaan, Munarta mengatakan hingga saat ini pihaknya belum membuat langkah tersebut.

Dirinya menyebutkan, selain membuat surat dan imbauan tentang meningkatkan kewaspadaan, dirinya mengatakan pihaknya akan meminta kepada pengelola tempat wisata untuk meningkatkan kesadaran terhadap kondisi yang ada di wilayahnya. 

Baca juga: Akhir-akhir Ini Alami Cuaca Buruk, BPBD Kabupaten Toba Siap Siaga Tangani Bencana

"Kalau pos belum ada, tapi kita minta kepada pelaku wisata untuk awas dengan perubahan alam yang ada di lokasinya. Seperti misalnya di air terjun sikulikap, nah saat curah hujan tinggi sebaiknya wisatawan dibatasi atau tidak boleh sementara mendekati air terjun. Intinya, bagaimana kita meminimalisir hal yang tidak diinginkan dengan meningkatkan kesadaran," ungkapnya. 

Dikatakannya, jika nantinya ada pengelola maupun wisatawan yang mengetahui adanya potensi bencana di objek wisata dirinya meminta agar segera memberikan informasi kepada pihak terkait.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Nasrul
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved