Breaking News:

Semayamkan Jenazah Reaktif Covid

Penjelasan Camat Parmaksian soal Jenazah HS Dinyatakan Reaktif tapi Hendak Dibawa ke Rumah Duka

Camat Parmaksian memberi penjelasan seputar jenazah HS yang dinyatakan reaktif Covid-19, namun hendak dibawa oleh pihak keluarga dan sejumlah warga.

MAURITS PARDOSI/TRIBUN MEDAN
Jenazah HS telah dinyatakan reaktif Covid-19 dan disemayamkan di rumah duka pada Senin (23/11/2020). 

TRIBUN-MEDAN.com, BALIGE - Camat Parmaksian, Tapanuli Utara, Paiman Butarbutar memberi penjelasan seputar jenazah HS yang dinyatakan reaktif Covid-19 namun hendak dibawa oleh pihak keluarga dan sejumlah warga ke rumah duka.

Paiman menuturkan, awalnya mendapat informasi dari Gugus Tugas Covid-19 bahwa seorang pasien dari Kecamatan Parmaksian meninggal di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Porsea.

Mendengar info tersebut, ia langsung mendatangi RSUD Porsea.

"Gugus Tugas menelpon kita bahwa ada warga Lumban Manurung yang meninggal di RSUD Porsea. Saya ditelepon sekitar pukul 22.00 WIB, namun katanya korban masuk rumah sakit sekitar pukul 17.30 atau 18.00 WIB dan meninggal sekitar pukul 21.00 WIB," ujarnya, Senin (23/11/2020).

Dikatakan Paiman, jenazah HS sudah dinyatakan reaktif Covid-19 dan akan dilakukan pemulasaraan jenazah sesuai SOP Covid-19.

"Jadi dengan hasil sesuai dengan informasi dari Gugus Tugas dan dikirimi kepada kita bahwa yang bersangkutan statusnya adalah reaktif," lanjutnya.

Lebih lanjut ia menerangkan bahwa Satgas Covid-19 Kabupaten Toba mengimbau agar dilakukan pemulasaraan jenazah sesuai dengan protokol kesehatan.

"Jadi, datang dari Gugus Tugas sudah kita edukasi masyarakat bahwa karena yang bersangkutan adalah reaktif supaya pengebumiannya dilakukan secara protokoler kesehatan," sambungnya.

Karena keluarga dan masyarakat bersikeras meminta jenazah HS dibawa ke rumah duka dan disemayamkan di sana, pihaknya pun membujuk pihak keluarga dan masyarakat.

"Jadi kita persuasi, kita berikan edukasi dan sebelum kita selesai ini pelaksanaan edukasi kepada mereka, datang Kepala Dinas Kesehatan selaku wakil ketua gugus tugas," lanjutnya.

"Jadi, karena kita sudah merasa ada yang lebih berkompeten yaitu Kepala Dinas Kesehatan, ya langsung diambil alih oleh mereka. Itu yang kita ketahui, hanya sekitar itu saja," pungkasnya.

(cr3/tribun-medan.com)

Penulis: Maurits Pardosi
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved