Kencan di Rumah Bordil, Pria Positif Covid-19, tapi saat Tracing Pria Ini tak Ingat Teman Kencannya

Kencan di Rumah Bordil, Pria Positif Covid-19, tapi saat Tracing Pria Ini tak Ingat Teman Kencannya

Tayang:
Editor: Tariden Turnip
scmp
Kencan di Rumah Bordil, Pria Positif Covid-19, tapi saat Tracing Pria Ini tak Ingat Teman Kencannya. Rumah bordil Mong Kok Hong Kong 

TRIBUN-MEDAN.COM - Kencan di Rumah Bordil, Pria Positif Covid-19, tapi saat Tracing Pria Ini tak Ingat Teman Kencannya

Hong Kong gempar setelah seorang pria yang baru saja berkencan di rumah bordil Mong Kok dinyatakan positif Covid-19 pada hari Minggu (22/11/2020).

Celakanya saat dilakukan tracing, pria ini tidak ingat lagi wajah teman kencannya di rumah bordil Mong Kok.

Akibatnya Kepolisian Hong Kong melakukan razia besar-besaran pada PSK yang beroperasi di Hong Kong sekaligus untuk membuat para PSK ini menjalani swab.

Senin (23/11/2020), Kepolisian Hong Kong dikerahkan untuk menemukan pekerja seks di Gedung King Hing di persimpangan Jalan Fa Yuen dan Jalan Argyle.

Namun mereka tidak bisa menemukan PSK yang menjadi teman kencan pria yang dinyatakan positif Covid-19 tersebut.

“Pekerja seks itu tidak ditemukan karena lelaki itu tidak dapat mengetahui di lantai dan unit mana rumah bordil itu berada di dalam gedung,” kata sumber polisi.

Dia mengatakan ada beberapa operasi bordil di dua lantai gedung yang dikunjungi pria itu.

“Petugas sempat meminta pekerja seks di sana menjalani tes Covid-19,” ujarnya.

Polisi mengatakan pria berusia 35 tahun itu mengunjungi rumah bordil pada 8 November.

Dia mengalami gejala awal Covid-19 pada Sabtu, dan dinyatakan positif pada Minggu.

Pria yang menganggur dan tinggal di Mong Kok.

Sumber infeksinya tidak diketahui.

Kasusnya adalah satu dari delapan infeksi lokal yang tidak dapat dilacak di antara 73 kasus baru yang dikonfirmasi oleh Centre for Health Protection pada hari Senin.

Jumlah total infeksi Covid-19 Hong Kong yang dikonfirmasi mencapai 5.701, dengan 108 kematian terkait.

"Tidak diketahui apakah dia terinfeksi oleh pelacur itu," kata sumber itu.

“Mungkin saja dia mengalami gejala sebelum dia mengunjungi rumah bordil.”

Dia mengatakan polisi membantu pusat tersebut melacak kontak pria itu.

Sumber itu mengatakan dia yakin pria yang terlibat bisa menjadi pasien Covid-19 pertama yang mengaku mengunjungi pekerja seks sejak pandemi meletus.

Rumah bordil yang dikunjungi pria itu, pada tahun 2018 sudah digerebek.

Polisi menangkap hampir 100 tersangka pekerja seks, termasuk 17 warga Rusia dan tujuh wanita transgender Thailand.

Rumah susun di dalam gedung telah dibagi secara ilegal menjadi lebih dari 100 bilik yang diubah menjadi kamar bordil.

Sekitar empat minggu lalu, seorang tersangka pekerja seks dari daratan dites positif Covid-19, menyusul penangkapannya oleh polisi dan petugas imigrasi pada akhir Oktober.

Polisi ditugaskan untuk melacak sekitar 70 kliennya karena wanita tersebut mengaku berhubungan seks dengan rata-rata lima pria per hari selama tinggal di Hotel Mong Kok.

“Sejauh ini, tidak ada kliennya yang terlacak dan tidak ada yang datang dan mengakui bahwa mereka melindungi dia,” kata sumber itu.

Polisi yakin wanita dalam kasus itu bekerja dari sebuah flat Sha Tin sejak memasuki kota dari daratan secara ilegal pada pertengahan Agustus.

Kemudian pindah ke sebuah kamar hotel di Mong Kok pada Oktober untuk memulai perdagangannya. (scmp)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved