Breaking News:

Hari Guru di Sumut

Peringati Hari Guru, Tanoto Apresiasi 1.047 Guru Melalui Tanoto Facilitator Gathering 2020

Satrijo menekankan bahwa masa pandemi menjadi momentum bagi tenaga pendidik untuk mengubah paradigma dalam pembelajaran.

HO/TRIBUN MEDAN
Pelaksanaan Tanoto Facilitator Gathering (TFG) tahun 2020 yang bertepatan di Hari Guru, Rabu (25/11/2020).  

TRIBUN-MEDAN.com - Dalam rangka memperingati Hari Guru yang jatuh pada tanggal 25 November 2020, Tanoto Foundation menggelar Tanoto Facilitator Gathering (TFG).

Acara tahunan ini ditujukan untuk memberi apresiasi kepada fasilitator Program PINTAR yang terdiri dari guru, kepala sekolah, dan pengawas di daerah mitra, serta dosen di LPTK mitra Tanoto Foundation.

“Kita kembali ke hakikat awal dari pembelajaran dengan memberikan arahan kepada murid dan murid lah yang menjadi aktor di dalam pembelajaran," ujar CEO Global Tanoto Foundation Satrijo Tanudjojo dalam siaran pers yang diterima tribun-medan.com, Rabu (25/11/2020).

Dalam acara tersebut, para fasilitator diberi pelatihan untuk mengembangkan kapasitas dalam pembelajaran, saling belajar dan membangun jejaring antar fasilitator, juga mendengarkan inspirasi dari berbagai pembicara dan pengisi acara.

"Mereka akan belajar dari konten digital, dari sumber yang sudah ada dan tugas Guru adalah untuk memandu konten apa yang perlu dipelajari tanpa membatasi wawasan yang murid bisa belajar dari konten digital itu," tuturnya.

TFG 2020 menghadirkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makariem,  Mantan CEO Jawa Pos Group Dahlan Iskan, Psikolog dan Humanitarian Alissa Wahid, Menteri Pendidikan Nasional 2009-2014 Mohammad Nuh, Ketua Dewan TIK Nasional Ilham Akbar Habibie, dan pembicara inspiratif lainnya.

Satrijo menekankan bahwa masa pandemi menjadi momentum bagi tenaga pendidik untuk mengubah paradigma dalam pembelajaran.

"Jika sebelum pandemi, guru mengajar di kelas sesuai dengan kurikulum dan murid mendengarkan dan belajar, maka dibutuhkan pendekatan berbeda agar murid bisa mengikuti pembelajaran dengan baik saat disampaikan secara daring," katanya.

Hari Guru tahun ini, kata dia, menjadi momentum yang tepat untuk merenungi pembelajaran di masa pandemi Covid-19 yang sedang terjadi di Indonesia.

"Dalam situasi ini, kita diajak untuk merenungi arti dan inti pendidikan, yaitu menempatkan siswa pada pusat pembelajaran. Student at the center of the learning,” tuturnya.

(cr14/tribun-medan.com)

Penulis: Rechtin Hani Ritonga
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved