Ngopi Sore

Setelah KPK Jerat Edhy, Apakah Susi Kembali Masuk Skuat Jokowi?

Sejak Edhy jadi menteri, tidak ada lagi kapal asing yang dieksekusi, dan perairan Indonesia kembali ramai oleh kapal-kapal berbendera asing.

Penulis: T. Agus Khaidir | Editor: T. Agus Khaidir
KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG
Edhy Prabowo dan Susi Pudjiastuti saat acara pisah sambut Kementerian Kelautan dan Perikanan di Jakarta, 23 Oktober 2019. 

Kilah Edhy Prabowo tidak meredakan suara sumbang. Malah makin kencang. Namun Edhy jalan terus. Setidaknya sampai Rabu dini hari, 25 November 2020. Dia disebut-sebut ditangkap KPK. Tudingannya, korupsi terkait ekspor benur.

Runutan yang mirip tipikal jalinan kisah dalam sinetron "kumenangis" di stasiun televisi swasta nasional ini pun segera melesatkan reaksi. Media sosial segera riuh. Nama Susi Pudjiastuti disebut-sebut. Apa kabar, Ibu Susi? Apakah Ibu Sehat hari ini.

SUSI Pudjiastuti saat masih menjabat Menteri Kelautan dan Perikanan, menjadi pembicara pada acara Changing Lives Business And Philanthropy In Asia di Jakarta, beberapa waktu lalu.
SUSI Pudjiastuti saat masih menjabat Menteri Kelautan dan Perikanan, menjadi pembicara pada acara Changing Lives Business And Philanthropy In Asia di Jakarta, beberapa waktu lalu. (Tribunnews/Jeprima)

Saya sendiri, apa boleh buat, terikut-ikut. Bahkan lebih jauh, saya mulai membangun pengandai-andaian dalam pikiran. Selama ini, saya suka menyamakan kepala pemerintahan, tak terkecuali presiden, dengan pelatih sepak bola. Perihal Pak Jokowi, dalam pengandai-andaian saya yang tentu saja subjektif dan karena itu sah saja dibantah, dia adalah Jose Mourinho.

Kenapa Mourinho? Saya menggunakan sudut pandang pemikiran dan langkah mereka. Mourinho maupun Jokowi sama-sama extra ordinary, di luar kelaziman. Mourinho sudah melakukannya berkali-kali, dan saya kira, saya tidak perlu menjabarkannya di sini. Anda bisa mencari di internet dan membacanya sendiri.

Jokowi? Satu di antara yang tak lazim itu adalah mengangkat Susi Pudjiastuti, seorang perempuan bertato, perokok berat, bicara ceplas-ceplos, dan cuma mengantongi ijazah SMP sebagai menteri.

Setelah KPK menjerat Edhy Prabowo, dalam benak saya mulai mereka-reka. Mungkinkah Presiden Jokowi kembali menempatkan Susi dalam skuatnya? Jose Mourinho mengaku pernah melakukan kesalahan-kesalahan. Ia membuang pemain yang tidak semestinya dibuang. Di antaranya Bastian Schweinsteiger dan Morgan Schneiderlin. Namun Mourinho berhenti sebatas pada penyesalan. Ia tak pernah merekrut ulang pemain-pemain itu. Mungkinkah Jokowi melakukannya?

Saat saya mengemukakan pengandai-andaian ini pada seorang kawan, dia memberikan tanggapan yang membuat saya terdiam. Bilangnya, kalau pun Jokowi mau, belum tentu Susi mau. Lho, kenapa? Sakit hati? Kawan saya itu menggeleng, dan bilang, Susi mungkin saja sebenarnya mau, tapi dia tahu kembalinya ia ke skuat akan membawa masalah lantaran pemilik klub tak suka padanya.

Alamak!(t agus khaidir)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved