Breaking News:

Jumita Vani, Penghina Korban Kecelakaan Beruntun Dilapor ke Polisi, Pasal Pencemaran Nama Baik

Vani dilaporkan karena telah menghina Hotdiman Sidabutar dan tiga cucu yang meninggal akibat tragedi kecelakaan beruntun di Jalan Asahan, Km IV.

TRIBUN MEDAN/ALIJA
PENGACARA dari LBH Siantar-Simalungun, Besar Banjarnahor menunjukkan surat laporan terhadap penghina korban kecelakaan beruntun di Simalungun, Kamis (26/11/2020). 

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Penasihat hukum dari LBH Siantar-Simalungun, Besar Banjarnahor mendampingi Lasaria Situmeang melaporkan Jumita Vani Timbul Sidabutar, atas dugaan pencemaran nama baik almarhum Hotdiman Sidabutar.

Vani, sapaannya, dilaporkan karena telah menghina Hotdiman Sidabutar dan tiga cucu yang meninggal akibat tragedi kecelakaan beruntun di Jalan Asahan, Km IV, Nagori Dolok Marlawan, Kabupaten Simalungun, Kamis (19/11/2020).

Ditemui di kantornya, Besar Banjarnahor menyampaikan inisiatif untuk mendampingi Lasaria Situmeang datang dari LBH Siantar-Simalungun sendiri.

"Pada awalnya, ini story Facebook dari staf ada tiga video. Dari tiga video itu bahwasanya, Jumita Vani Timbul Sidabutar berbahagia atas meninggalnya almarhum Hotdiman Sidabutar," ujar Besar Banjarnahor, Kamis (26/11/2020) siang.

Banjarnahor mengatakan, dalam video tersebut Vani mengatakan bahwa (Alm) Hotdiman itu adalah iblis.

Banjarnahor menafsirkan, kata-kata Vani dalam video itu menyebutkan seolah-olah Hotdiman ialah seorang pencuri seperti mengambil surat PBB.

"Begitu sampai dari staf ke saya, untuk sementara saya simpulkan bahwa itu merupakan tindak pidana ITE sebagaimana diatur dalam Pasal 27 ayat (3) Juncto Pasal 45 ayat 1 UU Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan Atas UU Nomor 11 Tahun 2008," ujar Banjarnahor.

Banjarnahor menuturkan, laporan terhadap Vani telah didiskusikan dengan istri Almarhum Hotdiman Sidabutar, Lasaria Situmeang. Laporan ke Polres Pematangsiantar pun dilakukan Selasa (24/11/2020).

Baca juga: Pengacara Banjarnahor Menunjukkan Surat Laporan Terhadap Penghina Korban Kecelakaan di Simalungun

Laporan pencemaran nama baik, ditujukan dengan No. 20/LP/Pid/LBH S-S/ XI/2020. Adapun barang bukti yang dilampirkan adalah video dan foto.

"Unsur kebencian merupakan pemicu dVani membuat video. Jadi, sebenarnya yang mau merebut tanah dari si Vani itu adalah Nursinta Manik, yang merupakan ibu angkat Vani sendiri. Bukan Almarhum Hotdiman Sidabutar," ujar Banjarnahor.

Banjarnahor menyebut, dari hasil putusan Pengadilan Negeri Pematangsiantar yang dikuatkan oleh putusan Pengadilan Tinggi Medan bahwa tanah dan rumah yang berlokasi di Lorong 29, Kelurahan Siopat Suhu, Kecamatan Siantar Timur Kota Pematangsiantar adalah milik Nursinta Manik walau sudah atas nama Vani.

"Itu adalah sah milik Nursinta Manik. Dan dikuatkan oleh putusan Pengadilan Tinggi Medan. Kita laporkan bersama dengan suami Vani, Toni Nainggolan," ujar Banjarnahor.

Banjarnahor pun menunjukkan hasil putusan Pengadilan Tinggi Medan untuk menerangkan kata-kata kasasi yang disebutkan Vani.

"Padahal berdasarkan fakta putusan mengatakan bahwa putusan Pengadilan Tinggi sudah berkekuatan hukum tetap. Artinya kasasi yang dia (Vani) sebut dalam video adalah bohong. Tidak ada lagi kasasi," tutup Banjarnahor.(alj/tribun-medan.com)

Penulis: Alija Magribi
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved