Breaking News:

BMKG Prakirakan Cuaca Buruk di Kawasan Danau Toba

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sejumlah wilayah di kawasan Danau Toba mengalami cuaca buruk pada hari ini, Jumat.

Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Juang Naibaho

TRIBUN-MEDAN.com, BALIGE - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sejumlah wilayah di kawasan Danau Toba mengalami cuaca buruk pada hari ini, Jumat (27/11/2020).

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II Solangit Nasrul Adil menyampaikan peringatan dini bagi masyarakat kawasan Toba akibat terjadinya cuaca buruk hari ini.

"Imbauan kepada masyarakat untuk waspada pada potensi adanya hujan lebat yang menyebabkan longsor di lereng gunung serta banjir genangan di daerah dataran rendah," ujarnya saat dikonfirmasi pada Jumat (27/11/2020).

Lebih lanjut, ia menuturkan perihal prakiraan cuaca pada hari ini untuk sejumlah kabupaten yang ada di kawasan Danau Toba.

"Info prakiraan cuaca hari ini, Jumat (27/11/2020) di kabupaten Tapanuli Utara, Toba, Humbang Hasundutan, Samosir, Simalungun dan Asahan. Pada pagi hingga siang hari, cuaca pada umumnya diprakirakan berawan," sambungnya.

Sementara pada siang hingga sore hari, BMKG perkirakan cuaca pada umumnya diprakirakan berawan hingga hujan ringan.

Pada sore hingga malam hari, ia menyampaikan bahwa kawasan Toba bakal alami hujan dengan intensitas sedang.

"Cuaca pada umumnya diprakirakan hujan ringan hingga hujan sedang," sambungnya.

Walau cuaca pada umumnya diprakirakan cerah berawan, namun otensi hujan ringan diprakirakan terjadi pada malam hingga dini hari di Kabupaten Humbang Hasundutan bagian barat diantaranya Kecamatan Parlilitan, Pakkat dan Tarabintang.

Saat dikonfirmasi lebih lanjut titik yang mengalami bencana akibat cuaca buruk beberapa waktu terakhir ini, ia menuturkan perihal banjir di Daerah Asahan akibat meluapnya sungai Asahan.

"Pada Rabu (25/11/2020) sekitar pukul 21.30 WIB, intensitas hujan yang turun dalam beberapa hari terakhir di wilayah Kabupaten Asahan dan wilayah hulunya, berdampak naik dan meluapnya debit air Sungai Asahan," sambungnya.

"Kondisi ini berdampak pada tergenangnya pemukiman warga yang berbantaran langsung dengan bibir sungai Asahan di wilayah Dusun XIV Desa Sei Dua Hulu, Kecamatan Simpang Empat sejak Selasa (24/11/2020) dengan ketinggian air rata-rata 60 hingga100 meter diatas permukaan tanah dan sekitar 30cm-50cm didalam rumah. Kondisi genangan terpantau relative bertambah, diperkirakan akan terus naik jika debit air sungai Asahan terus bertambah," pungkasnya.

(cr3/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Berita Populer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved