Hingga Oktober 2020 Produksi Jagung di Sumut Capai 1,6 Juta Ton

Jagung lokal produksi Sumut, rasanya manis. Antusias petani cukup tinggi menanam jagung sebab harganya menjanjikan.

Tayang:
TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
Pekerja sedang memanen jagung di Desa Saentis, Percut Seituan, Deliserdang, Senin (14/10/2019). Menurut petani panenan saat ini harga jagung mengalami penurunan dibanding panen musim lalu, sebelumnya harga jual Rp 2500 per kilogram namun sekarang turun menjadi Rp 2000 per kilogram. 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Para petani jagung terutama di sentra-sentra produksi di Sumatera Utara (Sumut) semakin bergairah bertanam komoditi ini karena harganya cukup baik di tingkat petani.

Jagung lokal produksi Sumut, rasanya manis. Antusias petani cukup tinggi menanam jagung sebab harganya menjanjikan. Masa panen tiga sampai empat bulan. 

"Jagung produksi Sumut semuanya lokal, tidak ada impor," ujar Kasubbag Program Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumut Yuspahri Peranginangin, Jumat (27/11/2020).

Ia menjelaskan sejak Januari hingga Oktober 2020 realisasi panen jagung dari sejumlah kabupaten di Sumatera Utara mencapai 1.687.344 ton dari luas panen 284.316 hektar dengan  produktivitas rata-rata mencapai 5,93 ton per hektar.

Diakuinya, target produksi jagung tahun 2020 sebesar 1.875.144 ton, sedangkan realisasi selama Oktober 2020 sebanyak 1.687.344 ton. "Kita optimis target tahun ini bisa tercapai sesuai diharapkan," ujar Yuspahri.

Produksi jagung yang dihasilkan Sumut, lanjutnya, paling tinggi untuk kebutuhan pakan ternak, sedangkan petani menjual jagung melalui pedagang pengumpul.

Ia menjelaskan selama 10 bulan itu produksi tertinggi jagung di Sumut masih didominasi Kabupaten Karo sebesar 645.561 ton dari luas panen 98.377 hektar dengan produktivitas 6,56 ton per hektar.

Kemudian disusul Simalungun 232.056 ton dari luas panen lahan 41.158 hektar dengan produktivitas 5,64 ton per hektar.

Kabupaten Dairi produksinya mencapai 180.061 ton dari luas panen 31.801 hektar,produktivitas 5,66 ton per hektar. 

Deli Serdang produksi yang dicapai 144.924 ton dari luas panen 26.689 hektar dengan produktivitas 5,43 ton per hektar.

Kemudian Tapanuli Utara produksi jagung yang dicapai 119.701 ton dari luas panen  22.508 dengan produktivitas 5,32 ton per hektar. 

Kabupaten Langkat, produksinya mencapai 103.865  ton dari luas panen 15.418 hektar dengan produktivitas 6,74 ton per hektar.

"Jadi kami yakin dan optimis produksi jagung  tahun  2020 bisa tercapai  sesuai target sebesar 1.875.144 ton," ucapnya.

Dalam kesempatan berbeda, pedagang jagung di Pasar Raya, Komplek Medan Metropolitan Trade Centre (MMTC), Deli Serdang, Ria mengatakan harga jagung yang dijualnya senilai Rp 6 ribu per kilogram (kg). Diakuinya, jagung yang dijualnya tersebut rasanya manis.

"Jagung Rp 6 ribu per kg, rasanya manis. Untuk daya beli konsumen masih sepi, mungkin karena ekonomi orang-orang lagi lesu juga," ujar Ria.

(nat/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved