Breaking News:

Kenapa Kalian Bunuh Bapakku Itu? Jerit Tangis Anak Rianto Simbolon Pecah Saat Rekonstruksi di Polres

Anak sulung Rianto Simbolon, raja adat di Samosir, tak kuasa menahan emosi saat menyaksikan rekonstruksi pembunuhan di Mako Polres Samosir

Penulis: Arjuna Bakkara | Editor: Juang Naibaho
TRIBUN MEDAN/ARJUNA
ANAK-anak Rianto Simbolon, korban pembunuhan di Samosir ketika ditemui di rumah duka selepas pemakaman ayahnya di Desa Sijambur Kecamatan Ronggur Ni Huta, Selasa (11/8/2020). 

TRIBUN-MEDAN.com, SAMOSIR - Anak sulung Rianto Simbolon, raja adat di Samosir, tak kuasa menahan emosi saat menyaksikan rekonstruksi pembunuhan di Mako Polres Samosir, Kamis (26/11/2020).

Menanti Simbolon, putri Rianto Simbolon, yang kini duduk di bangku kelas 3 SMAN 1 Ronggur Ni Huta, menangis histeris dan meraung-raung saat adegan pembantaian dilakukan para tersangka

Adapun pembunuhan itu dilakukan 6 orang tersangka karena alasan kepemilikan tanah dan dendam keluarga.

"Bapak e, bapak e,. Boasa ipamate hamu Bapaki (Kenapa kalian matikan bapakku itu)," teriak Menanti sambil menangis meraung-raung memanggil ayahnya.

Melihat hal itu, tim penasihat hukum korban langsung berupaya menenangkan Menanti Simbolon.

Dalam rekonstruksi itu, Tim Penasihat Hukum Korban dari Law Office Dwi Ngai Sinaga, Dwi Ngai Sinaga, Rudi Zainal Sihombing, dan Benri Pakpahan turut hadir.

“Hari ini rekonstruksinya," ujar Dwi dihubungi via telepon seluler.

Anak-anak almarhum Rianto terlihat turut serta menyaksikan kejamnya pembantaian terhadap ayahnya.

Rekonstruksi dipimpin langsung Kapolres Samosir AKBP M Saleh dan Kasat Reskrim Polres Samosir AKP Suhartono.

Rekonstruksi dilaksanakan pada Pukul 13.40 WIB yang langsung diperagakan oleh para tersangka hingga Pukul 17.36 WIB.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved