Breaking News:

Para Suami Istri Harus Pahami Kapan Sebaiknya Berhubungan Intim Setelah Melahirkan

Ibu baru dapat mengalami nyeri panggul yang hebat, depresi pascapersalinan, dan obsesi dengan bau kepala bayi baru mereka.

Editor: Abdi Tumanggor
ilustrasi/alodokter
Ilustrasi pasangan suami istri. 

TRIBUN-MEDAN.COM – Seorang wanita yang baru saja melahirkan mengeksplorasi realitas yang brilian, mengerikan, indah, dan membingungkan. Ini berlaku untuk siapa pun yang baru saja menjadi ibu baru.

Ada banyak cara tubuh wanita dapat berubah dalam minggu-minggu dan bulan-bulan setelah melahirkan.

Ibu baru dapat mengalami nyeri panggul yang hebat, depresi pascapersalinan, dan obsesi dengan bau kepala bayi baru mereka.

Meskipun proses pemulihan berbeda-beda pada setiap orang, tetapi satu aturan berlaku untuk setiap ibu baru, tidak peduli bagaimana dia melahirkan, tidak ada hubungan seks sealam empat hingga enam minggu.

Jarang sekali ada wanita yang ingin berhubungan seks segera setelah melahirkan.

Jarang ada wanita yang ingin berhubungan seks sebelum empat minggu pascapersalinan.

Melahirkan bisa menjadi semacam pembunuh suasana hati, dan banyak yang mengalami libido rendah pada minggu-minggu sesudahnya.

Ibu baru terlalu tinggi pada oksitosin untuk tidak terlalu peduli pada bayi baru mereka. Oksitosin dipicu pascapersalinan, dan itulah salah satu alasan ibu terikat dengan bayi  mereka.

Sementara kadar oksitosin meningkat, kadar estrogen ibu baru menurun.

Ketika estrogen turun setelah lahir, itu dapat menyebabkan kekeringan pada vagina, yang dapat membuat hubungan seksual terasa menyakitkan.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved