Breaking News:

Pengacara Rianto Simbolon Beber Kejanggalan Rekonstruksi di Polres Samosir, Berikut Penjelasannya

Setelah mengikuti rekonstruksi raja adat Samosir, Rianto Simbolon, penasihat hukum keluarga korban, Dwi Ngai Sinaga, merasa ada kejanggalan.

Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Juang Naibaho
TRIBUN MEDAN / HO
Rekonstruksi pembunuhan Rianto Simbolon digelar di Mapolres Samosir pada Kamis (26/11/2020). 

TRIBUN-MEDAN.com, SAMOSIR - Rekonstruksi pembunuhan raja adat Samosir, Rianto Simbolon berlangsung di Mapolres Samosir, Kamis (26/11/2020)

Setelah mengikuti rekonstruksi tersebut, penasihat hukum keluarga korban, Dwi Ngai Sinaga, merasa ada kejanggalan.

Direktur LBH IPK itu pun melayangkan protes usai rekonstruksi terhadap penyidik Polres Samosir.

Pihak kepolisian yang hadir pada saat rekonstruksi itu mengajak Dwi Ngai Sinaga, selaku kuasa hukum keluarga Rianto Simbolon, agar bicara ke ruangan.

Secara tegas, Dwi melayangkan protes agar publik mengetahui secara jelas adanya kejanggalan.

"Kita tidak perlu ke ruang cukup di sini.Karena ini jelas pembohongan publik karena seluruh rekonstruksi tidak sesuai," protes Dwi.

Baca juga: Kenapa Kalian Bunuh Bapakku Itu? Jerit Tangis Anak Rianto Simbolon Pecah Saat Rekonstruksi di Polres

Baca juga: Akhirnya Terungkap Motif Pembunuhan Raja Adat Rianto Simbolon, Ini Penjelasan Kapolres Samosir

Dipaparkannya, tim LBH Parsadaan Pomparan Toga Sinaga dohot Boruna (PPTSB) merasa banyak terjadi kejanggalan.

"Ada kejanggalan menurut saya selama berlangsungnya rekonstruksi. Pada laporan visum kemarin ada 11 tusukan, tapi ketika rekonstruksi hanya 5 tusukan. Dan seluruh adegan terkesan ganjil," kata Dwi Ngai Sinaga yang didampingi Benhri Pakpahan.

Adapun tersangka pembunuh Rianto Simbolon yakni; Bilhot Simbolon (27), Tahan Simbolon (42), Parlin Sinurat (42), Justianus Simbolon (60), dan Pahala Simbolon (24).

Seorang pelaku lainnya berstatus DPO dan sedang diburu Tim Reskrim Polres Samosir.

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved