Breaking News:

Persiapkan Rancangan Kuliah Tatap Muka, USU Akan Prioritaskan Maba dan Berlakukan Sistem Shift

Pembelajaran tatap muka kini menjadi sorotan dari pemerintah daerah ataupun lembaga pendidikan yang direncanakan akan dibuka kembali pada Januari 2021

Tribun-Medan.com/ Risky Cahyadi
Universitas Sumatera Utara. (Tribun-Medan.com/ Risky Cahyadi) 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Pembelajaran tatap muka kini menjadi sorotan dari pemerintah daerah ataupun lembaga pendidikan yang direncanakan akan dibuka kembali pada Januari 2021.

Menanggapi hal tersebut, Universitas Sumatera Utara (USU) telah melakukan rapat bersama Dirjen Pendidikan Tinggi dan seluruh rektor-rektor PTN untuk membahas mengenai kebijakan Kemendikbud terkait pembelajaran secara tatap muka.

"Kami sudah rapat secara daring dengan Dirjen Pendidikan Tinggi dan ketua Majelis Perguruan Tinggi Indonesia dan rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (PTNI) disepakati bahwa kebijakan untuk kuliah tatap muka sifatnya umum dan disesuaikan dengan kondisi masing-masing karena berbeda-beda kondisinya," ungkap Runtung, Jumat (27/11/2020).

Hingga saat ini USU masih mengkaji kemungkinan pembelajaran tatap muka. Runtung juga mengatakan jika akan ada pembatasan jumlah mahasiswa agar tidak terjadi kerumunan dan memprioritaskan mahasiswa baru.

"Saat ini kami sedang mengkaji tentang kuliah tatap muka jika memang kondisinya terbatas, bukan seluruhnya. Mahasiswa baru ini kan mungkin belum tahu bagaimana kampus USU ini karena dia belum pernah kemari. Mahasiswa baru ini bisa kuliah tatap muka tapi dengan pembatasan jumlah orang dalam ruangan seperti bergilir," ujarnya.

Terkait kuliah tatap muka ini Runtung juga segera akan melakukan rapat dengan internal untuk membahas mekanisme rancangan tatap muka sambil menunggu SK dari kementerian.

"Ini kita mau rapat dengan para pimpinan universitas yaitu wakil rektor 1, dekan dan staff ahli. Nanti akan ada surat dari kementerian sebagai pedoman bagi para rektor PTNI untuk menyikapi permintaan kuliah secara luring," kata Runtung.

Tambahnya, Runtung berusaha mengupayakan kuliah tatap muka namun dengan jumlah yang sangat terbatas.

"Kita upayakan tapi sangat terbatas, di Medan ini belum tuntas kasus Covid. Jadi kita utamakan keselamatan lebih penting apalagi dengan daring inikan kita sudah familiar," pungkas Runtung.

(cr13/tribun-medan.com)

Penulis: Kartika Sari
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved