Breaking News:

Teater Blok Pilih Bertahan di Eks Gedung Lama TBSU, Ini Pertimbangannya

Pendiri Teater Blok, Afrion mengungkapkan, dirinya dan komunitas Teater Blok akan tetap bertahan di Gedung eks TBSU.

Penulis: Kartika Sari | Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
TRIBUN MEDAN/HO
SUASANA penampilan sanggar kesenian di TBSU sebelum mengalami pandemi Covid-19 beberapa waktu lalu. 

Tribun-Medan.com, Medan - Setelah resmi UPT Taman Budaya Sumatera Utara (TBSU) resmi pindah ke Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU), beberapa seniman sudah mulai melakukan latihan di gedung baru PRSU. 

Namun, berbeda dengan Teater Blok yang memilih untuk bertahan di eks TBSU di Jalan Perintis Kemerdekaan, No. 33, Kecamatan Medan Timur, Medan.

Pendiri Teater Blok, Afrion mengungkapkan, dirinya dan komunitas Teater Blok akan tetap bertahan di Gedung eks TBSU.

"Kalau komunitas saya berprinsip gedung kesenian harus ada fasilitas yang memadai. TBSU di Tapian Daya belum representatif karena tidak ada gedung pertunjukan. Kalau tari bisa dimainkan dimana saja. Kalau teater ini butuh gedung untuk pertunjukkan," ungkap Afrion kepada Tribun-Medan.com.

Hal ini diungkapkan Afrion lantaran konsep yang diusung komunitasnya ini merupakan pertunjukan teater secara indoor yang wajib menggunakan Gedung Pertunjukan.

Berdasarkan informasi dari Afrion, pihak UPT Taman Budaya sudah mengajukan proposal pembangunan gedung, namun belum dapat dipastikan akan segera terealisasi dalam waktu dekat.

Baca juga: Seniman Medan Aksi #SaveTamanBudaya, Kadis Pariwisata Medan: Belum Ada Kejelasan Status TBSU

"Pihak UPT Taman Budaya memang sudah ada merencanakan dengan membuat proposal, tapi kan realisasinya belum, mungkin 2022 atau 2023. Karena kalau kita kompromi dengan Pemko dengan apa adanya, itu tidak akan pernah dibangun. Mereka punya kewajiban untuk bangun fasilitas gedung kesenian, dibelahan dunia manapun itu," ujarnya.

Dikatakannya, sebagai satu diantara kota terbesar di Indonesia, Afrion menegaskan bahwa kota Medan harus memiliki Gedung Kesenian untuk pertunjukan.

"Kalau gedung kesenian memang khusus untuk pertunjukan. Kita upayakan tetap ada di gedung Jalan Perintis Kemerdekaan, makanya kita tetap disini untuk menjaga dan mengawal agar tidak diambil pengusaha Cina," kata Afrion.

Isu terkait Gedung eks TBSU akan dikuasai pihak swasta sudah santer terdengar sejak dulu. Untuk mengantisipasi hal ini, Afrion berharap agar eks gedung lama TBSU dapat terealisasi menjadi Gedung Kesenian Medan.

"Isu diambil pihak swasta ini udah dari dulu zaman Abdillah, dan kita ingin mempertahankan gedung ini. Kita harapkan ada dua gedung kesenian yang pertama Gedung Kesenian Sumut dan gedung kesenian Medan. Kita bertahan dulu disini, kalau kita hengkang semua di PRSU, habislah ini," pungkas Afrion.(cr13/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved