Tebingtinggi Tenggelam
Banjir di Kota Tebingtinggi Akibat Curah Hujan, Begini Penjelasan BMKG
Curah hujan yang tinggi akibat adanya anomali suhu permukaan laut yang mengakibatkan banyaknya potensi awan-awan hujan.
Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
TRIBUN-MEDAN.com, TEBINGTINGGI - Kawasan Tebingtinggi mengalami banjir hari ini, Sabtu (28/11/2020). Penyebabnya tingginya curah hujan di sekitar lokasi kejadian.
Hal ini diungkapkan oleh Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika I Medan Edison Kurniawan saat dikonfirmasi oleh tribun-medan.com.
"Ini sebenarnya lebih pada diakibatkan oleh asupan massa air yang cukup banyak khususnya di Pantai Barat dan Timur Sumatera," ujarnya, Sabtu (28/11/2020).
Curah hujan yang tinggi akibat adanya anomali suhu permukaan laut yang mengakibatkan banyaknya potensi awan-awan hujan.
"Hal ini juga ditandai dengan tingginya anomali suhu permukaan laut di Samudera Hindia sebelah Barat dan juga Selatan Malaka," lanjutnya.
"Hal ini dikarenakan tingginya suhu permukaan laut. Ini yang jadi memicu pertumbuhan awan-awan hujan," sambungnya.
Selain itu juga dipengaruhi adanya tekanan udara yang rendah di Samudera Hindia di Barat Sumatera.
Baca juga: 10 Ribu Kepala Keluarga Terdampak Banjir Tebingtinggi, Gubernur Sumut Pastikan Berikan Bantuan
"Selain itu juga ada gangguan cuaca di Teluk Benggala dan tekanan rendah di Samudera Hindia di Barat Sumatera sehingga wilayah Sumatera Utara merupakan itu merupakan belokan angin di mana potensi terbentuknya konvergensi dan awan-awan hujan di Pantai Timur itu semakin tinggi," sambungnya.
Dikatakannya, dari data radar yang dimiliki oleh BMKG, awan-awan hujan ada banyak di lokasi banjir.
"Kemudian dari data radar terlihat bahwa pertumbuhan awan-awan itu memang signifikan di lokasi kejadian yang diimulai pada siang hari hingga dini hari," sambungnya
Edison menambahkan, banjir di wilayah Serdang Bedagai diakibatkan oleh hujan dengan intensitas sedang hingga lebat antara 50 hingga 100 milimeter.
"Namun saat ini kami sedang mengumpulkan data-data dari pos-pos hujan mereka," katanya.
Sementara itu, terkait prakiraan cuaca beberapa hari yang akan datang untuk kawasan Serdang Bedagai pihaknya melihat untuk beberapa hari ke depan untuk wilayah Serdang Bedagai dan sekitarnya diperkirakan masih berpotensi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat.
Baca juga: Dampak Banjir Kota Tebingtinggi, 100-an Warga Mengungsi
"Dan yang perlu diwaspadai adalah badai petir pada siang hingga malam hari. Dan kita sudah sampaikan adanya cuaca ekstrem dari waktu ke waktu," katanya.
Dengan melihat perkiraan cuaca ini, ia berharap BPBD aktif menyampaikan info cuaca ekstrem kepada masyarakat agar tetap waspada, secara khusus daerah rawan banjir.
"Kami harapkan BPBD agar meneruskan informasi yang disampaikan BMKG ini kepada masyarakat. Artinya, masyarakat bisa siap siaga terutama daerah-daerah potensi banjir bandang, misalnya akibat meluapnya aliran sungai yang bisa memicu terjadinya banjir," pungkasnya. (cr3/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/kota-tebingtinggi-kembali-dilanda-bencana-banjir-qq.jpg)