Breaking News:

Peringati Hari Menanam Pohon Indonesia, Anak Sungai Deli Tanam Ragam Pohon Buah dan Bambu

Lukman Hakim Siagian, mengatakan keterlibatan anak-anak dalam penanaman pohon ini menjadi penting, guna menumbuhkan rasa kepedulian

Penulis: Gita Nadia Putri br Tarigan | Editor: Royandi Hutasoit
Gita / Tribun Medan
Kegiatan Anak Sungai Deli dalam memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI), di pinggir sungai Deli, Kecamatan Medan Maimun, Sabtu (28/11/2020 

TRIBUN-MEDAN.com - Memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI), Sanggar Anak Sungai Deli (Sasude) bersama Duta Pendidikan Sumut dan sejumlah komunitas di Medan, lakukan penanaman pohon di pinggir sungai Deli, Kecamatan Medan Maimun, Sabtu (28/11/2020).

Tidak hanya orang dewasa saja, anak-anak yang tinggal di sekitaran sungai deli juga terlibat dalam kegiatan ini. Menggunakan ban karet, puluhan anak-anak dengan telanjang dada menyeberang sungai dengan ban karet untuk menanam berbagai jenis pohon.

Pendiri Sasude, Lukman Hakim Siagian, mengatakan keterlibatan anak-anak dalam penanaman pohon ini menjadi penting, guna menumbuhkan rasa kepedulian mereka terhadap keberadaan sungai deli. 

Lukman mengatakan, menanam pohon di sekitaran sungai deli, memang sudah menjadi agenda rutin mereka terutama di hari Menanam Pohon Indonesia kali ini. Pohon yang ditanam juga beragam seperti pohon buah, bambu, dan lainnya.

"Banjir dimana-mana, penanaman pohon berkurang, pohon juga banyak ditebangi. Akhirnya kita inisiatif di hari menanam pohon ini, kita ingin melakukan pemulihan ekosistem di tepian sungai deli. DAS (Daerah Aliran Sungai) sungai deli sudah beralih fungsi menjadi gedung, menjadi tempat-tempat yang tidak seharusnya ditempati," kata Lukman

Dikatakannya, pemanfaatan lahan DAS  menjadi pohon buah, serta pohon-pohon yang bisa melakukan resapan air, dilakukan supaya tidak terjadi banjir, atau kalau pun nanti terjadi banjir kata Luman pohon sudah bisa menahan dan meminimalisir.

"Tahun ini kami memang lagi fokus untuk pemulihan ekosistem di dua kilometer di kelurahan sei mati, ada 9 hektar DAS yang kita claming, tapi kenyataannya tidak ada lagi 9 hektarnya, yang ada cuma beberapa hektar. Tetapi tetap yang mana yang bisa dilakukan pemulihan, kita lakukan pemulihan," ucapnya.

Dijelaskan Lukman, kalau di tepian sungai, mereka menanam pohon ketapang dan bambu karena kalau DAS berada di 10 sampai 30 Meter.

"Jadi di depannya pohon-pohon besar, di barisan ke duanya kita tanam pohon-pohon buah, di atasnya juga kita tanam  sayur," ungkapnya.

Bibitnya pohon pun didapat secara swadaya, sebab katanya Sasude sejak lama sudah melakukan pembibitan bambu dan beberapa jenis pohon lainnya. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved