Terbit Aturan Keselamatan Pesepeda di Jalan, Warga Medan Minta Dukungan Infrastruktur

Kementerian Perhubungan RI telah mengeluarkan Peraturan Menteri Nomor 59 tahun 2020 tentang Keselamatan Pesepeda di Jalan.

TRIBUN MEDAN / Muhammad Anil Rasyid
Para pesepeda berolahraga di seputaran Lapangan Merdeka, Kota Medan, Minggu (28/6/2020). 

TRIBUN-MEDAN.com - Kementerian Perhubungan RI telah mengeluarkan Peraturan Menteri Nomor 59 tahun 2020 tentang Keselamatan Pesepeda di Jalan.

Direktur Sarana Transportasi Jalan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub RI, Pandu Yunianto menuturkan terdapat fakta mengenai peningkatan pengguna sepeda di masa pandemi Covid-19.

Perkembangan ini, katanya, mendorong Kementrian Perhubungan lebih memperhatikan keselamatan para pesepeda di jalan.

"Ada fakta yang menarik terkait meningkatnya antusiasme masyarakat terhadap penggunaan sepeda. Menurut data, peningkatan ini mencapai 1.000 persen atau 10 kali lipat," ujar Pandu pada acara talkshow Keselamatan Pesepeda di Jalan di Hotel Santika Medan, Minggu (29/11/2020).

Untuk meningkatkan keselamatan pesepeda di jalan, Pandu mengatakan Kemenhub menerbitkan Peraturan Menteri nomor 59 tahun 2020 tentang Keselamatan Pesepeda di Jalan.

TALKSHOW bertema Keselamatan Pesepeda di Jalan yang dilakukan dalam Pekan Nasional Keselamatan Jalan (PNKJ) di Hotel Santika Medan, Minggu (29/11/2020).
TALKSHOW bertema Keselamatan Pesepeda di Jalan yang dilakukan dalam Pekan Nasional Keselamatan Jalan (PNKJ) di Hotel Santika Medan, Minggu (29/11/2020). (TRIBUN MEDAN/RECHTIN)

"Karena tingginya animo masyarakat Kementrian Perhubungan telah menerbitkan Permen Nomor 59 tahun 2020 tentang Keselamatan Pesepeda di Jalan," tuturnya.

Peraturan ini, kata dia mengatur beberapa unsur untuk menjamin keselamatan sepeda di jalan seperti persyaratan sepeda, lampu, peralatan, tata cara bersepeda.

Dikatakannya, dalam Permen ini pesepeda juga wajib mengikuti peraturan lalu lintas, seperti berhenti saat lampu merah.

"Kemudian juga tidak boleh jika bersepeda dalam grup membentuk jalur lebih dari dua baris. Karena dua baris itu ruang yang dipakai pesepeda sudah lebih dari ukuran mobil," tuturnya.

Ia berharap dengan adanya Peraturan Menteri ini dapat meningkatkan kesadaran para pesepeda untuk mengedepankan keselamatan dan kesehatan selama bersepeda.

"Dengan adanya Permen tersebut diharapkan dapat meningkatkan animo pesepeda. Serta melalui PNKJ ini diharapkan dapat menyalurkan hal positif bagi masyarakat Kota Medan baik kesehatan dan keselamatan berlalu lintas di Kota Medan," ungkapnya.

Dukungan Infrastruktur

Seorang pegiat sepeda, Linda (28) mengaku semakin bersemangat bersepeda setelah mengetahui adanya peraturan khusus untuk keselamatan pesepeda di jalan.

"Selama ini kan kalau naik sepeda itu enggak tahu peraturannya seperti apa, jadi kebanyakan sepele saja. Ke depan semoga masyarakat bisa lebih disiplin lagi dalam menggunakan sepeda," ujar Linda.

SEPEDA motor dan mobil menggunakan jalur sepeda sebagai lahan parkir di Jalan Setia Budi, Kecamatan Medan Sunggal, Kamis (22/10/2020).
SEPEDA motor dan mobil menggunakan jalur sepeda sebagai lahan parkir di Jalan Setia Budi, Kecamatan Medan Sunggal, Kamis (22/10/2020). (TRIBUN MEDAN/KARTIKA)

Ia mengatakan, bersepeda sebagai gaya hidup akan semakin luas diadopsi masyarakat Medan jika didukung infrastruktur dan aturan yang efektif.

"Ke depan kalau infrastruktur dan peraturannya mendukung pesepeda pasti jumlah pesepeda akan meningkat. Dan ini menurut saya sangat bagus karena akan mengurangi polusi kenderaan bermotor," ungkapnya. (cr14)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved