Breaking News:

8 Hari Jelang Pilkada di Sumut

Bersama Pemilih Potensial, KPU Pastikan Pemilu Aman dari Klaster Baru Covid-19

KPU Binjai menargetkan partisipasi dari kalangan pemilih muda dan mahasiswa memakai hak pilihnya.

Penulis: Dedy Kurniawan
Editor: Juang Naibaho
TRIBUN MEDAN/HO
KPU Binjai sosialisasi bersama elemen mahasiswa Kota Binjai terkait tahapan Pilkada Binjai di masa Covid-19 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Dedy Kurniawan

TRIBUN-MEDAN.com, BINJAI - Menjelang puncak pesta demokrasi pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Binjai tahun 2002 pada Rabu 9 Desember 2020, KPU Binjai menargetkan partisipasi dari kalangan pemilih muda dan mahasiswa memakai hak pilihnya.

Ketua KPU Binjai, Zulfan Effendi didampingi Komisioner KPU Divisi SDM dan Parmas, Robby Effendi mengatakan pemilih potensial salah satunya dari kalangan usia muda, pelajar dan mahasiswa. Untuk itu mereka mengajak elemen mahasiswa turut serta menyosialisasian pemilu ke seluruh elemen masyarakat.

Zulfan Effendi langsung menjadi pemateri pada sosialisasi bersama mahasiswa dan organisasi Himpunan Mahasiswa Islam, baim dari pengurus dan alumni. Zulfan menerangkan beberapa tahapan yang berbeda saat pemilu di massa pandemik Covid-19.

"Kami audiensi dan sosialisasi bersama elemen pemuda dan mahasiswa, di sana kami sampaikan regulasi yang telah diterbitkan terkait pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah 2020 di tengah Pandemi Covid-19. Pelaksanaan Pilkada 2020 memang berbeda dengan sebelumnya," kata Zulfan Effendi, Selasa (1/12/2020).

Menyikapi Pilkada di masa pandemik, KPU sudah menerbitkan PKPU Nomor 5 Tahun 2020 terkait tahapan dan program dan jadwal. Kemudian keluar lagi PKPU 6/2020 yang diubah menjadi PKPU 10/2020 dan PKPU 12/2020 yaitu pelaksanaan pemilihan serentak pada masa Pandemi Covid-19. Hal ini yang menjadi perbedaan dasar.

"KPU Binjai dan jajaran optimistis pelaksanaan Pilkada 2020 berjalan aman dan sukses, dan aman dari klaster baru penyebaran Covid-19. Penerapan prokes yang ketat sudah kami siapkan mekanismenya," jelasnya.

Selaku penyelenggara pemilu, KPU Binjai sudah melakukan rapid tes kepada seluruh jajaran petugas adhock, mulai dari staf, PPK, dan PPS yang akan berinteraksi dengan peserta pemilu pada Hari H. Artinya, menjelang 9 Desember 2020 seluruh tahapan yang sudah siap sudah berdasarkan protokol kesehatan.

"KPU Binjai memastikan TPS bukan sebagai klaster baru penyebaran Covid-19. TPS dilakukan penyemprotan secara berkala, pengaturan jarak mau pun jadwal pemilih datang melalui surat pemberitahuan, petugas KPPS dibekali alat pelindung diri, hingga tinta disemprot usai melakukan pemungutan suara," jelasnya.

Nantinya, pada Hari H pemilih diwajibkan memakai masker dan alat tulisnya sendiri. Regulasi pembagian TPS hanya akan diperuntukkan ke 500 pemilih.

Robby Effendi menjelaskan, Pilkada tahun ini menggunakan aplikasi Sirekap yang menjadi alat bantu penghitungan di tingkat kecamatan. Tahanan di Rutan Polres Binjai dan pasien RSUD Djoelham juga akan mendapat pelayanan dari petugas TPS demi menjamin hak suaranya.

"Tidak perlu khawatir ke TPS. Persiapan logistik untuk Pilkada 2020 di Kota Binjai juga sudah hampir 80 persen, dan aman di Kantor KPU Binjai. Surat suara juga sudah dilakukan sortir dan lipat. Lebih kurang, ada 216 surat suara yang rusak," pungkasnya.

(Dyk/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved