Breaking News:

8 Hari Jelang Pilkada di Sumut

Debat Pilkada Kabupaten Toba Usai, Begini Komentar Pengamat Politik

Secara umum proses debat berjalan lancar dan cukup baik, namun sayangnya sedikit terlupakan beberapa hal.

TRIBUN MEDAN/HO
SUASANA Debat Pilkada Kabupaten Toba 2020 yang diselenggarakan, Senin (30/11/2020). 

TRIBUN-MEDAN.com, BALIGE - Debat Pilkada Kabupaten Toba telah usai Senin (30/11/2020). Debat Pilkada ini mendapat sorotan dari Direktur Suluh Muda Indonesia sekaligus pengamat politik Kristian Redison Simarmata

"Secara umum proses debat berjalan lancar dan cukup baik, namun sayangnya sedikit terlupakan beberapa hal. Pertama, persoalan pelayanan publik terfokus pada pengembangan teknologi dan aplikasi, tetapi lupa soal pemerataan mutu pelayanan hingga ke pelosok dan akses bagi masyarakat rentan seperti lansia dan difabel," ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (1/12/2020). 

Lebih lanjut, ia juga menuturkan perihal konsepsi APBD yang lebih sehat. 

Dikatakannya, konsepsi tentang persoalan pengelolaan anggaran APBD yang lebih sehat dan berorientasi pada pemenuhan hak dasar masyarakat juga seperti terlewatkan.

"Padahal salah satu indikator keberhasilan pemerintah daerah postur kebijakan anggaran yang berpihak pada pemenuhan hak dasar masyarakat, seperti layanan air bersih, sarana dan prasarana kesehatan, dan penghasilan," katanya.

Menurutnya, pembahasan terkait pertanian adalah sesuatu yang urgen di Kabupaten Toba. Oleh karena itu, pembahasan perihal pasca panen seyogianya mendapat sorotan dari kedua paslon. 

Baca juga: Kunjungan Pertama Pangdam I/BB ke Polda Sumut, Bersinergi Jelang Pilkada

"Strategi pengembangan pertanian yang belum menyentuh persoalan pasca panen, diversifikasi hasil panen hingga industri hilir pertanian untuk meningkatkan harga beli pasca panen," ungkapnya. 

Dirinya juga menyoroti perihal pariwisata, dimana  kedua paslon menitikberatkan pada upaya mendatangkan investor. 

"Pengembangan pariwisata yang belum menyentuh level pemberdayaan masyarakat sebagai subjek (pelaku) utama dalam industri pariwisata, sebagai pondasi pariwisata berbasis masyarakat dan kearifan lokal. Namun berkutat pada mendatangkan investor," pungkasnya. (cr3/tribun-medan.com) 

Penulis: Maurits Pardosi
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved