Breaking News:

Segera Buka Prodi Proteksi Tanaman, STIPAP Gelar FGD Bersama Stakeholder Secara Daring dan Luring

FGD ini diselenggarakan dengan mengundang para stakeholder untuk meminta masukan terkait pembukaan prodi baru yaitu Proteksi Tanaman.

TRIBUN MEDAN/KARTIKA
FOTO bersama kegiatan FGD STIPAP bersama stakeholder kota Medan di Ruang Sidamanik STIPAP, Selasa (1/12/2020). 

Tribun-Medan.com, Medan - Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Agrobisnis Perkebunan (STIPAP) menggelar Forum Group Dicussion (FGD) di Ruang Sidamanik STIPAP, Selasa (1/12/2020).

FGD bertemakan Peran Proteksi Tanaman Dalam Peningkatan Produksi Pengembangan Inovasi, Solusi, Strategi dan Kebijakan dalam Pembangunan Sub Sektor Perkebunan ini turut mengundang para akademisi, diantaranya Dekan Fakultas Pertanian Al Azhar, Lita Nasution, Hilda Syahfitri perwakilan BBPPTP, dan Suwandi perwakilan Karantina Pertanian-Kualanamu dan akademisi STIPAP.

Ketua STIPAP, Aries Sukariawan mengungkapkan, FGD ini diselenggarakan dengan mengundang para stakeholder untuk meminta masukan terkait pembukaan prodi baru yaitu Proteksi Tanaman.

"Kita ingin menambah program studi yang kita usulkan itu proteksi tanaman. Pada kesempatan kali ini kami mengundang para stakeholder untuk meminta masukan agar program studi yang kita ajukan lebih komplit memegang kepentingan dari para stakeholder," ungkap Aries kepada Tribun-Medan.com, Selasa (1/12/2020).

Baca juga: PTP Nusantara II Serahkan Beasiswa Kuliah kepada Mahasiswa STIP-AP Berprestasi

Amatan Tribun-Medan.com, tampak diskusi berlangsung lancar dengan beragam pertanyaan membangun dari para stakeholder yang kemudian ditanggapi langsung oleh Ahmad Saleh selaku narasumber dari Prodi Budidaya Perkebunan STIPAP.

Pembukaan Prodi Proteksi Tanaman ini dinilai Aries begitu penting untuk bidang industri ataupun bidang usaha.

"Proteksi ini sangat penting karena beberapa industri ini produktivitas dan kinerjanya turun akibat Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) dan juga termasuk perlindungan tanaman terhadap kebakaran dan climate change," ujar Aries.

Aries menuturkan bahwa saat ini untuk membuka Prodi Proteksi Tanaman, STIPAP sedang melakukan proses pengerjaan untuk kelengkapan berkas yang akan diajukan pada pertengahan Desember mendatang.

"Tim lagi bekerja selama satu bulan ini, kita rencanakan pertengahan Desember kita ajukan dan minta rekomendasi LLDIKTI untuk diajukan ke Menteri. Semoga akhir tahun ini dapat selesai," jelasnya.

FGD hari ini juga turut dilakukan dengan dua sesi yaitu sesi tatap muka di Ruang Sidamanik STIPAP dan kemudian dilanjutkan pada siang hari lewat Zoom Meeting dengan berbagai stakeholder lainnya.

Untuk persiapan pembukaan Prodi Proteksi Tanaman, STIPAP juga sudah memiliki empat dosen ahli dalam bidang tanaman.

Namun, Aries juga turut mengatakan bahwa saat ini, STIPAP juga membuka peluang kepada para alumni ataupun lulusan untuk mengabdi di STIPAP.

"Untuk mengisi puzzle yang kosong, kita masih sangat membutuhkan dosen dan laboratorium. Kalau ada alumni S2 yang berminat untuk berkarir ataupun meneliti bisa bergabung di STIPAP. Kemungkinan kita membutuhkan sekitar tiga dosen. Semoga ke depannya proses berjalan dengan lancar," pungkas Aries.(cr13/tribun-medan.com)

Penulis: Kartika Sari
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved