Breaking News:

Tangkap Lima Pelaku dalam Seminggu, Satresnarkoba Polres Tanah Karo Temukan Modus Berbeda

Untuk total barang bukti yang didapat, pihak kepolisian mengamankan dua jenis narkotika berupa ganja dan sabu. 

TRIBUN MEDAN/M NASRUL
PETUGAS Satresnarkoba Polres Tanah Karo menggelar hasil penangkapan selama pekan terakhir di bulan November 2020, di Mapolres Tanah Karo, Jalan Veteran, Kabanjahe, Senin (30/11/2020). 

TRIBUN-MEDAN.com, KABANJAHE - Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Tanah Karo melakukan penangkapan terhadap lima pelaku penyalahgunaan narkoba padaminggu keempat selama bulan November 2020 ini. Diketahui, kelima pelaku ini didapat dari lima kasus yang berbeda dan diciduk dari lokasi berbeda. 

Berdasarkan data yang diterima, kelima pelaku kini telah diamankan di Mapolres Tanah Karo ini. Mereka adalah Dedi Barus yang ditangkap di Desa Sukarame Kecamatan Munthe, Senin (23/11/2020) lalu. Kemudian, Kronika Pelawiditangkap di Desa Ajibuhara, Kecamatan Tigapanah, pada Kamis (26/11/2020) kemarin. Yakin Harapenta Depari ditangkap di Desa Seberaya, Kecamatan Tigapanah, pada Kamis (26/11/2020) kemarin. 

Selanjutnya, Edward Purba ditangkap di Desa Sumber Mufakat, Kabanjahe, pada Kamis (26/11/2020) kemarin. Dan yang terakhir, Andi Ivanta Kaban ditangkap di Kelurahan Tambak Lau Mulgap, Berastagi, pada Kamis (26/11/2020) kemarin. 

Informasi yang didapat dari Kasat Narkoba Polres Tanah Karo AKP Henry D Tobing, dari kelima pelaku ini pihaknya mendapatkan sejumlah barang bukti yang berada-beda. Namun, untuk total barang bukti yang didapat pihaknya mengamankan dua jenis narkotika berupa ganja dan sabu. 

"Selama pekan keempat bulan ini, kita berhasil mengungkap lima kasus dengan lima tersangka. Untuk barang bukti yang kita dapat, sabu sebanyak 9,6 gram, sedangkan ganja seberat 59,5 gram," ujar Henry, saat ditemui di Mapolres Tanah Karo, Jalan Veteran, Kabanjahe, Senin (30/11/2020).

Baca juga: Kejaksaan Negeri (Kejari) Karo Lakukan Pemusnahan dan Pembakaran Barang Bukti Jenis Narkotika

Henry menjelaskan, pada saat melakukan penangkapan pihaknya mendapatkan modus yang berbeda-beda dari para pelaku ini untuk mengelabuhi petugas kepolisian.

Dirinya mengatakan, saat dilakukan penggeledahan pihaknya mendapatkan narkotika yang disimpan para pelaku ini berada di tempat yang cukup unik. 

Dikatakannya, dari kelima pelaku ini ada tiga pelaku yang menyembunyikan narkoba miliknya di tempat yang cukup rahasia. Bahkan, ada juga salah satu pelaku yang menyimpan narkoba di tempat yang cukup unik, karena disimpan di bola lampu. 

"Jadi dari para pelaku ini, ada yang menyimpan narkobanya di tempat yang tersembunyi untuk mengelabuhi petugas. Ada juga yang menyimpan narkobanya di dalam bola lampu, dan ini modus yang cukup baru," ungkapnya. 

Perwira dengan lambang tiga balok emas di pundaknya itu mengatakan, dari seluruh pelaku ini pihaknya masih terus melakukan pengembangan. Mulai dari mana para pelaku mendapatkan barang haram ini, hingga apakah ada jaringan lain yang terkoneksi dengan para pelaku. 

Dirinya mengungkapkan, nantinya pihaknya akan mempersangkakan pelaku dengan pasal 112 dan pasal 114, undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. Dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara. 

Dikatakannya, pihaknya akan tetap berkomitmen untuk memberantas peredaran narkotika di wilayah hukum Polres Tanah Karo. Dirinya juga meminta kepada masyarakat untuk turut serta membantu petugas, dengan memberikan informasi jika ada peredaran narkotika di wilayahnya. 

"Jika ada masyarakat yang mengetahui ada peredaran narkotika di wilayah hukum Polres Tanah Karo, agar melaporkannya kepada kami. Kami pastikan identitas para pelopor akan kami rahasiakan," pungkasnya. (cr4/tribun-medan.com) 

Penulis: Muhammad Nasrul
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved