Breaking News:

Berita Foto: New Normal saat Pandemi, Permintaan Produk Aluminium Mulai Mengalami Peningkatan

Memasuki kebiasaan baru saat Pandemi Corona, pesanan produk berbahan aluminium mulai mengalami peningkatan hingga 80 persen dari sebelumnya.

TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
Pekerja menyelesaikan produk berbahan aluminium pesanan, di Toko Harianja, Jalan Ngumban Surbakti, Medan, Rabu (2/12/2020). Memasuki kebiasaan baru saat Pandemi Corona, pesanan produk berbahan aluminium mulai mengalami peningkatan hingga 80 persen dari sebelumnya. 

TRIBUN-MEDAN.COM - Pekerja menyelesaikan produk berbahan aluminium pesanan, di Toko Harianja, Jalan Ngumban Surbakti, Medan, Rabu (2/12/2020). Memasuki kebiasaan baru saat Pandemi Corona, pesanan produk berbahan aluminium mulai mengalami peningkatan hingga 80 persen dari sebelumnya.

Pekerja menyelesaikan produk berbahan aluminium pesanan, di Toko Harianja, Jalan Ngumban Surbakti, Medan, Rabu (2/12/2020). Memasuki kebiasaan baru saat Pandemi Corona, pesanan produk berbahan aluminium mulai mengalami peningkatan hingga 80 persen dari sebelumnya.
Pekerja menyelesaikan produk berbahan aluminium pesanan, di Toko Harianja, Jalan Ngumban Surbakti, Medan, Rabu (2/12/2020). Memasuki kebiasaan baru saat Pandemi Corona, pesanan produk berbahan aluminium mulai mengalami peningkatan hingga 80 persen dari sebelumnya. (TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR)

Harga aluminium runtuh seiring dengan membludaknya pasokan dengan cepat dan diproyeksi terus berada di jalur bearish yang dipicu lemahnya permintaan akibat sentimen penyebaran Covid-19. Namun, seiring waktu memasuki kebiasaan baru berangsur kembali normal.

Pekerja menyelesaikan produk berbahan aluminium pesanan, di Toko Harianja, Jalan Ngumban Surbakti, Medan, Rabu (2/12/2020). Memasuki kebiasaan baru saat Pandemi Corona, pesanan produk berbahan aluminium mulai mengalami peningkatan hingga 80 persen dari sebelumnya.
Pekerja menyelesaikan produk berbahan aluminium pesanan, di Toko Harianja, Jalan Ngumban Surbakti, Medan, Rabu (2/12/2020). Memasuki kebiasaan baru saat Pandemi Corona, pesanan produk berbahan aluminium mulai mengalami peningkatan hingga 80 persen dari sebelumnya. (TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR)

Untuk produk berbahan aluminium dijual mulai dari Rp 300 ribu hingga puluhan juta rupiah. Para pengusaha perajin aluminium mulai merasakan mulai adanya kenaikan pemesanan dari Oktober hingga saat ini. Sebelumnya di bulan Maret bertepatan maraknya pandemi Covid-19, mengalami penurunan yang sangat signifikan. Penurunan dirasakan hingga 90 persen dari biasanya.

Pekerja menyelesaikan produk berbahan aluminium pesanan, di Toko Harianja, Jalan Ngumban Surbakti, Medan, Rabu (2/12/2020). Memasuki kebiasaan baru saat Pandemi Corona, pesanan produk berbahan aluminium mulai mengalami peningkatan hingga 80 persen dari sebelumnya.
Pekerja menyelesaikan produk berbahan aluminium pesanan, di Toko Harianja, Jalan Ngumban Surbakti, Medan, Rabu (2/12/2020). Memasuki kebiasaan baru saat Pandemi Corona, pesanan produk berbahan aluminium mulai mengalami peningkatan hingga 80 persen dari sebelumnya. (TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR)

Selama Maret hingga September sepinya penjualan, bahkan nyaris tidak ada pesanan. Sehingga mempengaruhi perekonomian, dampaknya penundaan gaji bagi para pekerja. Fitri Siregar sebagai pengusaha mengatakan untuk balik modal saja tidak bisa, apalagi harus menggaji pekerja.

Pekerja menyelesaikan produk berbahan aluminium pesanan, di Toko Harianja, Jalan Ngumban Surbakti, Medan, Rabu (2/12/2020). Memasuki kebiasaan baru saat Pandemi Corona, pesanan produk berbahan aluminium mulai mengalami peningkatan hingga 80 persen dari sebelumnya.
Pekerja menyelesaikan produk berbahan aluminium pesanan, di Toko Harianja, Jalan Ngumban Surbakti, Medan, Rabu (2/12/2020). Memasuki kebiasaan baru saat Pandemi Corona, pesanan produk berbahan aluminium mulai mengalami peningkatan hingga 80 persen dari sebelumnya. (TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR)

"Di bulan Maret saat mulai masuknya pandemi Corona ke Indonesia khususnya di Kota Medan, nyaris tanpa pembeli. Yang biasanya penjualan tak pernah putus. Tapi, Alhamdulillah memasuki kebiasaan baru, di bulan Oktober mulai kembali mengalami peningkatan hingga 80 persen hingga sekarang," katanya.

Produk-produk yang mereka berbahan dasar aluminium dan kaca, seperti steling jualan, rak piring, set rak dapur, pintu dan aquarium. Pemesanan mulai dari Kota Medan hingga luar kota di Sumatera Utara.

"Ya, produk-produk kita yang jelas berbahan dasar aluminium dan kaca, seperti steling, rak piring dan aquarium. Untuk penjualan sendiri kita di Kota Medan hingga luar kota di Sumatera Utara, untuk harga berkisar dari Rp 300 ribu hingga puluhan juta rupiah sudah termasuk harga pengiriman," tutup Fitri. (sir/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved