Breaking News:

7 Hari Jelang Pilkada di Sumut

KPU dan Kapolres Binjai Imbau Tidak Ada Atribut Ormas Saat Puncak Pilkada Binjai

Organisasi Kepemudaan (OKP) diimbau agar tidak mengenakan atribut dan seragam khasnya masing-masing pada hari pemungutan suara Pilkada Binjai 2020.

TRIBUN MEDAN / HO
KPU Binjai Sosialisasi agar elemen masyarakat atau ormas tidak memakai atribut dan seragam apa pun pada hari pemungutan suara Pilkada Binjai 2020. 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Dedy Kurniawan

TRIBUN-MEDAN.com, BINJAI - Organisasi Kemasyarakatan (ormas) atau Organisasi Kepemudaan (OKP) diimbau agar tidak mengenakan atribut dan seragam khasnya masing-masing pada hari pemungutan suara Pilkada Binjai 2020.

Imbauan ini disampaikan penyelenggara setelah berkoordinasi dengan pihak Polres Binjai.

"KPU sudah koordinasi dengan Kapolres Binjai untuk menegaskan kepada elemen organisasi masyarakat atau organisasi kepemudaan tidak memakai atribut ke TPS. Yang dibenarkan hanya TNI dan Polri saja memakai pakaian dinas dalam hal pengamanan," kata Koordinator Divisi Hukum KPU Binjai, Arifin Saleh, Rabu (2/12/2020).

Arifin menjelaskan, nantinya saat puncak penyelenggaraan pemungutan suara, staf KPU dilengkapi alat pelindung diri dan seragam hazmat.

Ini dilakukan untuk meyakinkan kepada masyarakat agar datang ke TPS dengan rasa aman dan terjamin kesehatannya.

Pada Pilkada Binjai 2020, Komisi Pemilihan Umum Kota Binjai memastikan total Daftar Pemilih Tetap (DPT) berjumlah 179.560 orang.

Jumlah ini disampaikan saat sosialisasi yang dilakukan KPU Binjai bersama Perhimpunan Advokat Indonesia Kota Binjai.

"Bersama para praktisi hukum kami sampaikan bahwa KPU sudah menerbitkan peraturan terkait pelaksanaan Pilkada di tengah Pandemi Covid-19. Sejumlah hal baru yakni penetapan masing-masing jadwal dan jam pemilih untuk datang ke TPS. Ini agar tidak ada kerumunan. Kami berharap teman-teman Peradi ikut serta memberi pengertian dan informasi ini kepada masyarakat," ujar dia.

Komisioner KPU Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat KPU Binjai, Robby Effendi menambahkan, nantinya pemilih yang datang ke TPS juga dibekali sarung tangan plastik sekali pakai.

Sebelum masuk ke TPS suhu tubuh pemilih dicek dengan thermogun.

"Pemilih dengan suhu badan melebihi 37,3 derajat Celcius ada bilik khusus disiapkan. Begitu juga dengan tahanan di Rutan atau Lapas dan pasien rumah sakit, tetap diakomodir hak pilihnya. Petugas akan mendatangi pemilih tersebut," jelasnya.

(Dyk/tribun-medan.com)

Penulis: Dedy Kurniawan
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved