Breaking News:

Ganggu Kelancaran Lalu Lintas, Pemkot Medan Tertibkan PKL di Pasar Kampung Lalang

PK5 di Pasar Kampung Lalang yang lapaknya tidak sesuai aturan ditertibkan oleh Pemkot Medan agar tidak menimbulkan kemacetan.

Dok. Humas Pemkot Medan
Penertiban PKL di Pasar Kampung Lalang, Jalan Gatot Subroto Perbatasan Medan dan Deli Serdang, Kecamatan Medan Sunggal, Rabu (2/12/2020). 

TRIBUN-MEDAN.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Medan menerjunkan 240 orang personil untuk menertibakan lapak pedagang kaki lima (PKL) yang letaknya tidak sesuai aturan.

Adapun 240 personil itu berasal dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Medan dan Sumatera Utara (Sumut), Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) Medan Sunggal, Bintara Pembina Desa (Babinsa) Medan Sunggal, dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan.

Penertiban PK5 tersebut difokuskan di Pasar Kampung Lalang, Jalan Gatot Subroto Perbatasan Medan dan Deli Serdang, Kecamatan Medan Sunggal, Rabu (2/12/2020).

Kegiatan yang dipimpin langsung Komandan Batalyon (Danyon) Jalak Cakti Satpol PP Kota Medan, Rahmat Adi Syahputra Harahap berjalan lancar dan kondusif tanpa ada perlawanan dari pihak PKL.

Sebelum melakukan penertiban, para personil terlebih dahulu mengikuti apel di lokasi yang sama.

Penertiban ini telah berulang kali dilakukan, tetapi masih saja pedagang PKL membandel dan tetap berjualan di tempat tersebut.

Atas dasar inilah Pemkot Medan berupaya kembali menertibkan pedagang PKL yang masih tetap menggelar lapak dagangannya di lokasi tersebut.

Sebab, dengan adanya lapak pedagang yang tidak sesuai tempatnya, memicu terjadinya kemacetan.

Usai penertiban, Rahmat mengingatkan para pedagang PKL untuk tidak lagi berjualan di tempat yang dilarang. Pemkot Medan pun akan terus melakukan pengawasan terhadap lapak para PKL itu.

"Jika ada yang kedapatan kembali menggelar lapaknya, Pemkot Medan akan kembali melakukan penindakan terhadap pedagang PKL tersebut," kata Rahmat seperti dalam keterangan tertulisnya.

Dalam kegiatan itu, Rahmat juga kembali menegaskan, selain melanggar estetika kota, lapak pedagang yang berdiri tidak sesuai aturan dapat pula mengganggu warga lainnya yang ingin melewati jalan.

"Jika ingin berjualan silahkan, asal di tempat yang telah ditentukan dan disediakan, jangan berjualan di sembarang tempat," tegas Rahmat.

Menurut Rahmat, tindakan penertiban PK5 itu sudah sesuai ketentuan yang berlaku. Satpol PP Kota Medansebelumnya telah memberi peringatan berupa surat imbauan teguran I, II, dan III namun tidak dihiraukan.

Kemudian, sambung Rahmat, karena surat peringatan dan teguran tidak dihiraukan, Satpol PP harus melakukan tindakan berupa pembongkaran pembangunan secara paksa.

 
 

Penulis: Maria Arimbi Haryas Prabawanti
Editor: Mikhael Gewati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved