Breaking News:

Ribuan Ikan di Simalungun Mati, Warga Salahkan Peternak yang Sengaja Buang Kotoran ke Sumber Air

Hadi Wijaya membenarkan protes warga dan sudah dilakukan mediasi. Beberapa poin yang diminta warga untuk ditindaklanjuti sudah disampaikan

HO / Tribun Meden
Warga Sweembat, Nagori Marihar Baris, Kecamatan Siantar mengutip ratusan ikan yang mati di kolam akibat saluran air terkontaminasi kotoran ternak sapi, Kamis (3/12/2020) 

TRIBUN-MEDAN.com, SIMALUNGUN - Puluhan ribu ekor ikan yang diternakkan warga Kampung Swembat, Nagori Marihat Baris, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun mengambang di permukaan air. Beranekaragam ikan konsumsi yang diternak tersebut tak bernyawa.

Belakangan diketahui, kematian ikan itu dikarenakan kotoran sapi dari seorang pemilik ternak yang dibuang ke arus tali air yang mengalir ke kolam-kolam warga.

Alhasil warga yang memanfaatkan ternak sebagai mata pencaharian tambahan justru mengalami kerugian akibat ikan tak bisa dipanen.  

"Sudah mau panen rencananya bulan Desember 2020 ini. Tapi karena limbah sapi mati itu, puluhan ribu ekor ikan kami mati. Kalau kerugian kami taksir di atas Rp 50 juta ada lah," kata DM Ater Siahaan, Kamis (3/12/2020) siang.

Siahaan secara pribadi meminta kepada pengusaha ternak sapi, Lindung Panggabean agar mengganti kerugian yang mereka alami. 

"Yang kita minta supaya dibayar kerugian dan usaha ternak ditutup. Selama ternak sapi itu ada, warga pasti resah dan tidak nyaman melakukan aktivitas," jelasnya.

Siahaan menuturkan protes sempat dilayangkan kepada Lindung Panggabean. Namun protes warga tak digubris. Usaha lain ke Pangulu Marihat Baris untuk mencari solusi juga belum membuahkan hasil.

Warga pemilik ternak di beberapa kolam sudah sepakat dengan membubuhkan tanda tangan, meminta pangulu menertibkan peternakan sapi karena bau uap kotoran sapi dan kambing mengganggu kesehatan warga dan ternak.

Warga lainnya,  Robin menyampaikan banyak warga yang menjadi korban dari limbah itu. Bukan hanya ternak ikan tetapi bau busuk turut menimbulkan keresahan warga.

Ia mengaku berungkali warga sudah melakukan protes dan menolak keberadaan ternak sapi tersebut. 

Halaman
12
Penulis: Alija Magribi
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved