Breaking News

Update Banjir Bandang Kota Medan

Kulit Balita Korban Banjir Memerah, Alami Gatal-gatal

Sejauh ini obat-obatan terlihat sudah mulai dibagi-bagikan di Kelurahan tetangga sebelah, yakni Kelurahan Kampung Aur. 

TRIBUN MEDAN/ARJUNA
ALDI (35) warga Kelurahan Hamdan kecamatan Medan Maimun menunjukkan kaki anaknya yang mulai terserang gatal-gatal akibat banjir Sungai Deli, Sabtu (5/12/2020). 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Warga Kelurahan Hamdan dan Kampung Aur Kacamatan Medan Maimun Kota Medan mulai mengalami gatal-gatal, Sabtu (5/12/2020). Aldi, warga Kelurahan Hamdan korban terdampak banjir mengaku, anaknya yang masih balita mengalami gatal pada kulit. 

Pascabanjir Jumat (4/12/2020) dini hari, mereka masih bertahan di titik-titik yang yang dianggap terlindung dari hujan. Sampai hari ini mereka belum bisa kembali ke rumah masing-masing lantaran lumpur masih menggenang dan banjir belum surut di tepian Sungai Deli. 

Baca juga: Korban Banjir Tepian Sungai Deli Belum Bisa Kembali ke Rumah

Dampak buruk dari banjir tersebut kini mulai terasa pada kesehatan mereka. Terutama pada anak-anak yang masih balita. 

"Ini kakinya mulai timbul bintik-bintik merah," terang Aldi. 

Selain itu, kata Aldi anak balita lainnya mulai mengalami demam dan flu.

Memang, sejauh ini obat-obatan terlihat sudah mulai dibagi-bagikan di Kelurahan tetangga sebelah, yakni Kelurahan Kampung Aur. 

"Sama kami belum ada, dan kami butuh obat-obatan itu dan berharap bisa mendapatkannya. Kalau di sebelah kami lihat sudah ada dibagi-bagi," terang Aldi. 

Pantauan Tribun-Medan.com, satu unit mobil mengangkut obat-obatan untuk kulit yang teriena gatal-gatal. Jenisnya, obat oles dan pil vitamin C. 

Petugas medis yang mengaku dari Kampung Baru itu, mengatakan mereka ditempatkan di tiap-tiap titik di Kecamatan Medan Maimun.(jun/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved