Update Banjir Bandang Kota Medan
Kulit Balita Korban Banjir Memerah, Alami Gatal-gatal
Sejauh ini obat-obatan terlihat sudah mulai dibagi-bagikan di Kelurahan tetangga sebelah, yakni Kelurahan Kampung Aur.
Penulis: Arjuna Bakkara | Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Warga Kelurahan Hamdan dan Kampung Aur Kacamatan Medan Maimun Kota Medan mulai mengalami gatal-gatal, Sabtu (5/12/2020). Aldi, warga Kelurahan Hamdan korban terdampak banjir mengaku, anaknya yang masih balita mengalami gatal pada kulit.
Pascabanjir Jumat (4/12/2020) dini hari, mereka masih bertahan di titik-titik yang yang dianggap terlindung dari hujan. Sampai hari ini mereka belum bisa kembali ke rumah masing-masing lantaran lumpur masih menggenang dan banjir belum surut di tepian Sungai Deli.
Baca juga: Korban Banjir Tepian Sungai Deli Belum Bisa Kembali ke Rumah
Dampak buruk dari banjir tersebut kini mulai terasa pada kesehatan mereka. Terutama pada anak-anak yang masih balita.
"Ini kakinya mulai timbul bintik-bintik merah," terang Aldi.
Selain itu, kata Aldi anak balita lainnya mulai mengalami demam dan flu.
Memang, sejauh ini obat-obatan terlihat sudah mulai dibagi-bagikan di Kelurahan tetangga sebelah, yakni Kelurahan Kampung Aur.
"Sama kami belum ada, dan kami butuh obat-obatan itu dan berharap bisa mendapatkannya. Kalau di sebelah kami lihat sudah ada dibagi-bagi," terang Aldi.
Pantauan Tribun-Medan.com, satu unit mobil mengangkut obat-obatan untuk kulit yang teriena gatal-gatal. Jenisnya, obat oles dan pil vitamin C.
Petugas medis yang mengaku dari Kampung Baru itu, mengatakan mereka ditempatkan di tiap-tiap titik di Kecamatan Medan Maimun.(jun/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/banjir-medan-anak.jpg)