Breaking News:

Juara 2 Lomba KMHE 2020, Tim Horas USU Rancang Mobil Ramah Lingkungan

Tim Horas USU, Vincent menjelaskan, konsep yang ia usung bersama tim dengan menekankan harga terjangkau namun tetap irit.

Penulis: Kartika Sari
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
TRIBUN MEDAN/HO
ILUSTRASI desain mobil karya Tim Horas USU yang meraih juara 2 dalam ajang KMHE 2020 untuk kategori perancangan body dan sasis. 

Tribun-Medan.com, Medan - Tim HORAS USU mengukir prestasi di ajang kompetisi Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) 2020 yang diselenggarakan oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) dengan meraih peringkat kedua untuk kategori perancangan body dan sasis.

Berbeda dengan tahun sebelumnya yang langsung melakukan balapan di lintasan, kini para peserta KMHE berkompetisi dengan membuat desain berbentuk laporan.

Tim Horas USU, Vincent menjelaskan, konsep yang ia usung bersama tim dengan menekankan harga terjangkau namun tetap irit.

"Konsep kami ini dari Sasis ini menggunakan alumunium 661T6 dan untuk body kami masih menggunakan fiber glass. Jadi kami menekan semua biaya agar dapat membuat mobil dengan biaya yang murah tapi tetap irit dan efisien," ungkap Vincent, Sabtu (5/12/2020).

Sebagai informasi bahwa KMHE 2020 ini merupakan kegiatan yang diadakan untuk mengapresiasi hasil inovasi dan kreasi mahasiswa dalam merancang dan membangun kendaraan yang aman, irit, serta ramah lingkungan. 

Baca juga: Profil 4 Calon Rektor Universitas Sumatera Utara Periode 2021-2026

Menariknya, Tim Horas USU sendiri awalnya sempat pesimis tidak ada ajang KMHE 2020 lantaran pandemi yang masih melanda Indonesia. Namun, begitu melihat ajang ini diumumkan, tim langsung merancang konsepnya.

"Rancangan ini dadakan sebenarnya karena kami tidak tahu kalau akan ada KMHE 2020. Dari dari pengumuman KMHE 2020 langsung kami buat rancangannya. Karena pun sempat KMHE ini gak pernah di bulan 11 selalu bulan Agustus atau bulan September. Kami sebelumnya juga pesimis," kata Vincent.

Presentasi berjalan lancar dengan dilaksanakan lewat virtual Zoom. Vincent menjelaskan bahwa seluruh tim peserta wajib menyertakan video teaser rancangan.

"Kita ada presentasi dan ini lewat virtual Zoom. Jadi dalam zoom itu juri masuk, dan sebelumnya kita diminta untuk mengirimkan video dan diputar di presentasi dan kami ditanya juri mengenai rancangan kami," tuturnya.

Tim Horas yang berada di bawah bimbingan Ka Prodi Teknik Mesin dan Taufiq Bin Nur dan Himsar Ambarita yang juga pendiri tim Horas berhasil dan mampu bersaing melawan 36 tim dari 27 perguruan tinggi se-Indonesia pada babak final. 

Menurutnya, Tim Horas dapat melampaui nilai tim dari perguruan tinggi lain melalui uraian laporan design secara daring. 

Laporan dimaksud seperti rancangan proses produksi pembuatan sasis dan komponen komponennya, uji kekuatan dan beban kendaraan serta perhitungan kemudahan proses produksi.(cr13/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved