Breaking News:

Ibu Bunuh Tiga Anak di Nias

Ibu Tega Bunuh Tiga Anak Balita, Pengamat Sebut Tindakan Irasional dan Bukan Faktor Ekonomi

Tindakan sadis Marina Tafona'o (30) yang membunuh ketiga anaknya yang masih balita, dianggap sebagai perbuatan yang tak masuk akal.

Penulis: Victory Arrival Hutauruk | Editor: Juang Naibaho
TRIBUN MEDAN / HO
Pengamat Sosial FIS Unimed Dr Bakhrul Khair Amal 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Victory Arrival Hutauruk

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Tindakan sadis Marina Tafona'o (30) yang membunuh ketiga anaknya yang masih balita, dianggap sebagai perbuatan yang tak masuk akal.

Hal ini disampaikan Pengamat Sosial Universitas Negeri Medan (Unimed) Bakhrul Khair Amal, Kamis (10/12/2020) kepada tribunmedan.id.

"Alasan membunuh karena himpitan ekonomi itu cara pandang yang tidak masuk akal. Dalam artian irasional," tuturnya.

Bakhrul menyebutkan bahwa masalah kemiskinan tidak bisa bisa dijadikan alasan untuk membunuh. Ia menyebutkan bahwa ada psikologis dari pelaku yang terganggu.

"Yang menjadi persoalan kenapa ibu tega membunuh anaknya? Ya mungkin motif salah satunya ekonomi. Tapi pastj ada motif yang lain. Yang menjadi persoalan, si pelaku ini ada psikologisnya yang terganggu terhadap motif ekonomi itu. Kalau himpitan ekonomi tidak rasional seorang ibu bisa membunuh anaknya," tuturnya.

Lebih lanjut, ia menyebutkan akan adanya kemungkinan faktor lain penyebab si ibu hingga tega membunuh anak-anaknya.

"Kemungkinan ada persoalan keluarga, persoalan suami atau istri, dan persoalan lainnya muncul sehingga ibu itu mencari momentum kenapa dia menbunuh ketika tidak ada ayah atau kakaknya. Jadi pembunuhan itu muncul dari kejiwaan atau psikologisnya atau kekecewaan atau sakit hatinya," bebernya.

Baginya, tindakan membunuh karena masalah ekonomi hanya kamuflase atau pencarian pembenaran.

Untuk itu, bagi Bakhrul hal ini perlu ditangani dengan serius karena bisa berdampak ke masyarakat.

"Dampak ke masyarakat ya cara pandang pelaku. Pelaku itu seolah olah itu adalah cari pelarian dalam hukum. Tapi di sisi lain dia ada ketertekanan. Benar motif yang dia lakukan motif ekonomi, tapi sebelum terjadi motif ekonomi, ada gak dia terganggu kejiwaan dan sebagainya, atau memang situasi pandemi," pungkasnya.

(vic/tribunmedan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved