Breaking News:

Ratusan Warga Jebol Tanggul Penahan Air di Simpang Empat Asahan, Berharap Tak Dipidana

Dengan alat seadanya ratusan warga langsung menjebol tanggul yang terbuat dari tanah yang dikeraskan ini.

TRIBUN MEDAN/ALIF
WARGA mencangkul tanah pembentang air (tanggul) dengan cangkul. 

TRIBUN-MEDAN.COM, ASAHAN - Ratusan warga Desa Sei Dua Ulu menjebol tanggul yang berada di Dusun I Desa Sei Dua Ulu, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Asahan.

Hal itu dikarenakan desa yang mereka tempati telah terendam banjir selama satu bulan.

Warga beramai-ramai mengenakan perahu untuk menuju ke tanggul. Dengan alat seadanya ratusan warga langsung menjebol tanggul yang terbuat dari tanah yang dikeraskan ini.

Seorang warga yang ikut menggali tanah, Idris mengungkapkan, dirinya terpaksa melakukan penjebolan ini dikarenakan khawatir akan rumahnya yang tenggelam.

"Sudah satu bulan rumah kami direndam air. Kami terpaksa melakukan ini," ujarnya.

Idris mengeluhkan penyakit gatal-gatal yang sudah melanda anak dan istrinya.

"Kutu air, panu. Terus banyak nyamuk, kami tidur di atas air," ujarnya.

Dirinya berharap dengan di jebolnya tanggul tersebut bisa mengurangi debit air yang berada di desanya.

Berharap Tak Dipidana

Ratusan warga Desa Sei Dua Ulu berharap tak dipidanakan karena telah menjebol tanggul milik negara. Mereka mengaku hal tersebut dilakukan karena keterpaksaan kondisi.

Halaman
12
Penulis: Alif Al Qadri Harahap
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved