Breaking News:

Jalan Rusak di Kawasan Sipintu-pintu Bahayakan Pengguna Jalan, Satu Meter Bahu Jalan Amblas

Warga terkejut saat melintas melihat jalan yang longsor tersebut. Apalagi jalan amblas tersebut juga bisa memperlambat lalu lintas.

TRIBUN MEDAN/MAURITS
JALANAN di kawasan Sipintu-pintu yang merupakan perbatatasan antara Kabupaten Toba dan Tapanuli Utara mengalami longsor. 

TRIBUN-MEDAN.com, BALIGE – Jalan lintas Sumatera yang berada di kawasan Sipintu-pintu yang dikenal masyarakat sekitar sebagai perbatasan antara Kabupaten Toba dengan Kabupaten Tapanuli Utara, amblas.

Jalan tersebut berada sekitar 500 meter dari Gapura Kabupaten Toba bila menuju Kabupaten Tapanuli Utara.

Terlihat di lokasi, jalanan yang amblas adalah sekitar satu meter bahu jalan tidak bisa digunakan lagi. Hal ini tentu membuat para pengguna jalan harus hati-hati, apalagi lokasi jalan amblas tersebut merupakan tikungan.

Seorang pelintas, Bob Aritonang (32) menuturkan, dirinya terkejut saat melintas melihat jalan yang longsor tersebut. Apalagi jalan amblas tersebut juga bisa memperlambat lalu lintas.

“Aku tadi naik sepeda motor, bisa juga terlihat ada longsor. Namun ini sangat berbahaya bagi pengendara yang baru pertama kali melintas di sini. Apalagi kalau arahnya dari Balige menuju Tarutung. Itu kan pas tikungan. Kalau di sini, pengendara harus berhenti sementara dan saling memberikan jalanlah,” ujarnya, Sabtu (12/12/2020).

Lebar jalan tersebut kira-kita empat meter dan biasanya jalanan di sana sudah melambat karena truk-truk besar sering melintas.

Lantas, dengan amblasnya jalan ini akan membuat para pengendara mobil maupun sepeda motor harus bergantian melintas.

Baca juga: Warga Desa Sidulang Keluhkan Jalan Rusak 5 Tahun, Sekda Toba: Anggaran Akan Diajukan Tahun Depan

Dikatakannya, apabila ada dua truk yang melintas dan berjumpa tepat di kawasan longsor akan membuat lalu lintas macet dan mengular panjang.

“Harus segera ditangani oleh pemerintah. Ini perbatasan antara Kabupaten Toba dan Kabupaten Tapanuli Utara. Kalau sempat di sini ada dua truk besar melintas, pasti akan macet total. Jangankan truk besar, mobil-mobil pribadi kalau kebetulan ketemunya di sini, pasti macet juga,” katanya.

Kedalaman longsor tersebut diperkirakan mencapai 50 meter, sehingga jalan yang masih tersisa masih berpeluang terkelupas dan amblas apabila belum ditangani sedini mungkin. Bahkan, dirinya akan memilih jalan lain untuk meghindari jalan tersebut.

“Kita sebagai pengendara yang kerap melintas dari sini berharap secepatnya jalan ini diperbaiki. Apabila ini berlarut-larut dibiarkan, maka akan amblas juga bahu jalan yang sisa ini. Kita tahu kan kontur tanah di sini. Kita lihat ke bawah bagaiamana kedalaman jurang. Artinya jalanan longsor sekarang kemungkinan akan membuat sisa jalan ini longsor apalagi setiap hari dilintasi truk-truk besar. Ini kita ragukan,” ujarnya.

“Harapan kitai, pemerintah segera memperbaikinya apalagi menjelang Natal dan Tahun Baru kan. Para perantau akan datang dan pada umumnya mereka membawa kendaraan pribadi. Akan macetlah kalau tidak ditangani secepatnya, ini jalan lintas Sumatera dan jalan utama di sini,” pungkasnya. (cr3/tribun-medan.com)

Penulis: Maurits Pardosi
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved