Breaking News:

Kampanyekan Pengelolaan Sampah, Pemkab Lakukan TOT Bagi Guru SD di Kabupaten Toba

Sekdakab Audy Murphy Sitorus menuturkan, pihaknya tetap melakukan kampanye pengelolaan sampah di Kabupaten Toba.

TRIBUN MEDAN/MAURITS
KEGIATAN penyadaran masyarakat akan sampah di Kabupaten Toba, Senin (14/12/2020). 

TRIBUN-MEDAN.com, BALIGE - Sampah telah menjadi perhatian serius bagi pemerintah kabupaten Toba, apalagi kawasan Toba dikenal sebagai destinasi wisata super prioritas.

Terkait hal ini, Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Audy Murphy Sitorus menuturkan, pihaknya tetap melakukan kampanye pengelolaan sampah di Kabupaten Toba.

Hal ini dikatakannya saat mewakili Bupati Toba memberi arahan sekaligus membuka kegiatan Training of Trainer (ToT) “Integrasi Pembelajaran Pengelolaan Sampah: Sampahku, Tanggung Jawabku”.

Kegiatan ini diikuti 50 guru dari 25 Sekolah Dasar di Kabupaten Toba bertempat di Labersa Convention Centre Balige,  Senin (14/12/2020).

"Kegiatan itu kan training of trainers kepada 50 orang guru SD di Kabupaten Toba supaya guru-guru SD ini bisa juga mengajak orang, termasuk anak-anak untuk bertanggungjawab akan sampah. Slogannya, 'sampah, tanggungjawabku. Dan ini bukan hanya untuk pariwisata," ujar Audy Murphy Sitorus saat dikonfirmasi, Senin (14/12/2020).

Baca juga: Dinas Lingkungan Hidup Langkat Ajak Pedagang Pasar Stabat Gotong Royong Bersihkan Sampah

Menurut Murphy, salah satunya dimulai dari pendidikan sedini mungkin untuk merubah pola pikir dan perilaku masyarakat terutama generasi muda dalam pengelolaan sampah.

Bahkan, dirinya berharap pengelolaan sampah bisa menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat.

"Tujuannya agar masing-masing masyarakat bertanggung jawab dengan sampah ini. Sampah yang selama ini menjadi beban, diharapkan menjadi sumber pendapatan sehingga bisa menjadi pemasukan bagi siapapun dengan adanya pengelolaan sampah tersebut,"  katanya.

Dikatakannya, sampah telah menjadi permasalahan bagi masyarakat Toba yang kemudian memiliki pengaruh ke berbagai sektor, secara khusus sektor pariwisata.

Dengan demikian, pihaknya berharap agar permasalahan sampah ini perhatian sejak dini.

"Di mana-mana sampah ini menjadi problem besar di Toba ini. Ada lembaga tertentu bisa mengolah sampah itu," pungkasnya. (cr3/tribun-medan.com)

Penulis: Maurits Pardosi
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved