Breaking News:

Perintah Jenderal Jepang yang Bikin Amerika Harus Korbankan Banyak: Sebelum Mati Bunuhlah 10 Musuh!

Peperangan terjadi di berbagai wilayah, karena AS tidak membuang waktu untuk menginvasi Jepang dan wilayah yang mereka jajah.

Editor: Azis Husein Hasibuan
Ist
Perintah Jenderal Jepang yang Bikin Amerika Harus Korbankan Banyak: Sebelum Mati Bunuhlah 10 Musuh! 

Keadaan segera menjadi mengerikan, AS hampir kewalahan dan akhirnya membangun tempat berpijak dan mulai merobohkan kotak obat dan parit Jepang di dekat garis pantai sementara yang lain bekerja keras melewati abu vulkanik sedalam kakai dan menyeberang ke sisi barat pulau, untuk memotong puncak selatan setinggi 550 kaki di gunung Suribachi.

Pasukan AS masih merangsek maju beberapa hari berikutnya guna merebut satu dari tiga lapangan udara dan bergerak menuju sektor utara pulau.

Februari 23, elemen Marinir ke-28 maju ke Gunung Suribachi untuk merayakan kependudukan mereka dan mengibarkan bendera Amerika Serikat di gunung tersebut, sayangnya keenam Marinir tersebut hanya bisa berdiri di situ untuk waktu yang sangat singkat.

Satu bulan penuh para Marinir berjuang melalui bukit dan parit yang diberi julukan 'Penggiling Daging' atau 'Lembah Kematian' bahkan 'Ngarai Berdarah' dan ribuan korban tewas untuk setiap mil wilayah yang diperoleh.

Segera saja, Iwo Jima menjadi 'Pulau Terburuk' yang harus diselesaikan Marinir.

Kuribayashi telah memerintahkan anak buahnya untuk bertempur dengan cara perang gerilya, mereka menyergap Marinir kemudian menghilang ke dalam gua dan terowongan untuk kemudian muncul kembali di posisi baru.

Banyak Marinir yang mengungkapkan, tidak ada orang Jepang di Iwo Jima, karena mereka ada di dalamnya.

Senjata kecil tidak berguna, digantikan penyembur api M2, bazoka dan tank Sherman yang memuntahkan api untuk membersihkan benteng musuh.

Granat juga dipilih menjadi senjata tentara paling berguna, biasanya dipakai dengan cara digulingkan ke bawah bukit dan melemparkannya ke dalam gua.

Ada seorang petugas Angkatan Laut bernama John Harlan Willis yang mengambil dan melemparkan kembali 8 granat Jepang saat memberikan pertolongan pertama pada orang-orang yang terluka, sebelum granat kesembilan meledak di tangannya dan membunuhnya.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved