Breaking News:

Buntut Kelalaian Kerja, Polres Siantar Tetapkan Dua Karyawan PT Agung Beton Tersangka

Polres Siantar menetapkan dua karyawan PT Agung Beton sebagai tersangka dalam kecelakaan kerja yang mengakibatkan korban kehilangan tangan kirinya

TRIBUN MEDAN / HO
Teguh Syahputra Ginting (kanan), korban kecelakaan kerja, terpaksa kehilangan tangan kirinya. 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Alija Magribi

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Polres Pematangsiantar menetapkan dua orang karyawan PT Agung Beton sebagai tersangka dalam kecelakaan kerja yang mengakibatkan Teguh Syahputra (20) terpaksa kehilangan tangan kirinya pada 15 April 2020 lalu.

Kasat Reskrim Polres Pematangsiantar AKP Edi Sukamto menyampaikan kepolisian menetapkan dua orang pegawai PT Agung Beton menjadi tersangka.

Kedua karyawan itu, yakni Martua Marolop Aruan (28) selaku kepala produksi, serta Andi Lesmana (23) selaku operator.

Kedua tersangka diamankan di tempat terpisah. Martua Marolop, warga Labuhanbatu ditangkap di Sigura-gura, Kabupaten Asahan, sedangkan Andi Lesmana ditangkap di Sei Rampah, Kabupaten Serdangbedagai.

Lanjut Kasat Reskrim AKP Edi Sukamto, kedua pegawai PT Agung Beton tersebut dikenakan Pasal 360 KUHP tentang kelalaian menyebabkan orang luka berat.

"Sesuai ancaman hukuman dalam pasal ini, keduanya dapat dihukum sampai 5 tahun penjara," ujar Edi, Selasa (15/12/2020)

Kasus ini sempat berjalan lamban hingga Serda Lily Muhammad Yusuf Ginting tak kuasa tahan kesedihan.

Bagaimana tidak, putranya Teguh Syahputra tak lagi mampu meraba dengan tangan kirinya.

Putranya, Teguh Syahputra Ginting (20), mengalami kecelakaan kerja pada 15 April 2020 lalu.

Halaman
12
Penulis: Alija Magribi
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved