Breaking News:

Ilmuwan Jelaskan Penyebab Gejala Baru Covid-19 Terus Bertambah

Sebuah studi menemukan bahwa delirium kemungkinan menjadi gejala peringatan dini infeksi virus SARS-CoV-2 pada orang lanjut usia.

TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
Ilustrasi petugas medis melakukan rapid test. 

TRIBUN-MEDAN.COM - Covid- 19 memengaruhi setiap orang dengan cara yang berbeda.

Sebagian orang yang terinfeksi virus corona bisa jadi tak menunjukkan gejala apapun, sebagian lain memilki beberapa gejala, seperti batuk, demam, hingga hilang penciuman dan rasa, bahkan tak sedikit yang mengembangkan gejala hingga sakit parah.

Belakangan muncul gejala baru Covid-19, seperti sakit mata dan delirium.

Melansir Stat News, sebuah studi menemukan bahwa delirium kemungkinan menjadi gejala peringatan dini infeksi virus SARS-CoV-2 pada orang lanjut usia.

Lebih dari seperempat pasien yang lebih tua dalam penelitian itu tiba di IGD rumah sakit dengan mengigau dan 37 persen dari pasien ini tidak memiliki tanda Covid-19 yang khas, seperti demam atau sesak napas.

Umumnya, gejala delirium yakni kebingungan, kurang fokus, disorientasi, dan perubahan kognitif lainnya.

Terkait hal tersebut, ahli biologi molekuler Indonesia Ahmad Utomo mengatakan, Covid-19 adalah penyakit baru yang masih terus dipelajari hingga kini.

Sehingga, wajar jika selalu ada hal baru yang ditemukan.

Menurut Ahmad, virus corona memang unik, karena reseptonya ACE 2 (Angiotensin converting enzyme 2) yang ada di banyak sel tubuh.

“ Reseptor ACE 2 ini kan bukan hanya di pernapasan, tapi juga di pencernaan. Itulah mengapa, sekitar 20% penderta Covid-19 memiliki gejala terkait pencernaan, seperi mual dan diare,” ujar Ahmad kepada Kompas Sains, Selasa (15/12/2020).

Halaman
12
Editor: Abdi Tumanggor
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved