News Video
Rela Jual Ginjal Demi Bisa Beli iPhone Seri Terbaru, Ternyata Ini Yang Sebenarnya Terjadi
Beredar sebuah komedi satir memperlihatkan seseorang rela menjual ginjal demi bisa memiliki iPhone seri terbaru.
Penulis: M.Andimaz Kahfi | Editor: M.Andimaz Kahfi
Rela Jual Ginjal Demi Bisa Beli iPhone Seri Terbaru, Ternyata Ini Yang Sebenarnya Terjadi
TRIBUN-MEDAN.COM - Beredar sebuah komedi satir memperlihatkan seseorang rela menjual ginjal demi bisa memiliki iPhone seri terbaru.
Tampak dalam video yang diunggah akun instagram @mister_randii seorang pria mengenakan wig selonjoran di kursi.
Tampak perutnya terbuka, dengan ada dua bekas luka diperut yang ditutup perban.
"Wah handphone baru," tanya temannya.
"Iya iPhone 12 Pro Max yang terbaru dan paling tinggi," katanya.
"Tapi kamu baru beli iPhone 11," tanya rekannya lagi.
"Iya ini iPhone 11, aku enggak mau ketinggalan lah beli iPhone 12.
Sebelum orang beli, aku mesti sudah beli duluan," ujarnya.
"Dari mana duit kau," tanya rekannya lagi.
"Ini enggak kau lihat.
Ini iPhone 12 sebelah kanan dan sebelah kiri iPhone 11," bebernya sambil menunjukkan bekas luka yang belum kering.
"Kamu baru punya iPhone 11 sekarang sudah iPhone 12," tanya lagi.
"Pokoknya kalau orang sebelum pakai, aku harus sudah bisa pakai," serunya.
"Emang ginjal kamu sehat," tanya kembali.
"Sehatlah kan aku selalu cek.
Yang penting aku hits," jelasnya.
Seperti diketahui fenomena iPhone membuat banyak orang menghalalkan segala cara untuyk bisa memilikinya.
Termasuk dengan cara-cara tidak wajar seperti menjual ginja remaja China yang jual ginjalnya demi membeli iphone 4 yang dinginkan?
Nah, sebagai anak muda Tiongkok, jika sudah megang iPhone bakal keliatan trendi dan bergaya.
Karenanya, banyak yang pengen punya ponsel ini dan sementara itu harganya sangat mahal.
Maka banyak hal yang siap dilakukan untuk dapetin ponsel pintar itu.
Termasuk yang paling mengerikan adalah dengan menjual ginjal.
Kalau biasanya kita cuman dengerin lelucon soal jual ginjal pas lagi ngayal beli barang mahal, hal ini justru beneran dilakuin sama seorang pemuda di China.
Ketika ponsel ini muncul, banyak orang China bercanda, "Jual Ginjal Anda dan belilah iPhone".
Karena itulah iPhone diibaratkan dengan mesin penjual ginjal.
Analogi ini mungkin sama halnya dengan yang terjadi di Tiongkok.
Pada tahun 2011, waktu iPhone 4 baru aja dirilis, seorang remaja yang duduk di bangku sekolah menengah di Provinsi Anhui, pengen punya iPhone.
Dia mendengar bisa menjual salah satu ginjalnya untuk mendapatkan uang kemudian membeli iPhone.
Karena itulah dia menjual ginjalnya ke pasar gelap dengan harga, 22.000 yuan atau sekitar Rp 465 juta dalam kurs saat ini.
Dia membeli iPhone 4 dan iPad 2 waktu itu.
Awalnya dia ngerasa baik-baik aja sampe dia mikir nggak ada masalah kalau cuman satu ginjal.
Namun, karena dia ngelakuin operasi yang nggak higienis, akhirnya dia kena infeksi serius, sampe bikin kondisi kesehatannya makin memburuk.
Sang ibu akhirnya maksa anaknya ngaku soal apa yang terjadi padanya.
Lalu dia terpaksa ngaku dan enggak punya pilihan dan jujur kalau udah ngejual ginjalnya.
Setelah insiden itu, semua orang yang terlibat dalam transaksi itu ditangkap dan dihukum.
Namun, keluarganya yang enggak kaya dan enggak bisa ngembaliin kondisi anaknya yang terlanjur sakit-sakitan.
Sementara itu, iPhone miliknya semakin lama semakin nggak berharga, sampe enggak bisa untuk ngobatin kondisinya.
Saat ini udah 9 tahun berlalu, dan kondisinya sungguh mengenaskan.
Remaja itu tidak bisa jalan dengan normal dan perlu melakukan cuci darah secara teratur.
Tapi, karena biaya yang nggak murah, dan kompensasi yang dikasih enggak cukup untuk ngelakuin cuci darah.
Akhirnya dia cuman bisa bertahan hidup dengan sumbangan dari orang lain.
Sampe saat ini kondisinya masih sama, dan hidup dalam kondisi sakit-sakitan dan menyesali hidupnya.
Menurutnya apa yang terjadi padanya ini adalah sebuah pelajaran, karena hanya untuk memuaskah hasratnya dan ngelakuin tindakan sembrono.(*)
Artikel ini telah tayang di Hai.Grid.id dengan judul : "Kondisi Remaja Penjual Ginjal Rp 245 Juta Demi Beli iPhone Memprihatinkan"