Breaking News:

News Video

Dua Kecelakaan Dalam Sebulan, Rel Tanjung Gusta Dipasang Pagar Pembatas

Pagar ini dipasang semalam jam 2 siang karena udah sering kecelakaan disini biar mobil-mobil tidak bisa lewat.

Editor: Bobby Silalahi

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN- Belasan mobil tampak berputar balik akibat rel di Jalan Pasar 2, Tanjung Gusta, Kecamatan Medan Helvetia, Medan diberi pembatas pagar besi.

Amatan Tribun Medan, Kamis (17/12/2020) tampak tiga pagar besi ditancapkan tepat di tengah jalan. Selain mobil tidak dapat melintas, beberapa becak motor tampak kesulitan dan tersangkut saat melintas karena ukuran yang begitu sempit sehingga harus putar balik dan mengatur arah agar dapat melewatinya.

Berdasarkan informasi dari Sela, warga sekitar mengungkapkan bahwa pemasangan pagar besi ini dilakukan pasca kecelakaan bumper belakang mobil Fortuner yang bersinggungan dengan ujung kereta api saat melintas.

"Pagar ini dipasang semalam jam 2 siang karena udah sering kecelakaan disini biar mobil-mobil tidak bisa lewat. Ini gara-gara dua hari lalu kecelakaannya sekitar jam 5 sore. Itu kereta api dari Binjai mau ke Medan," ungkap Sela.

Sela menceritakan jika mobil Fortuner tersebut terperosok ke lubang yang menganga lebar tepat berada di pinggir rel. Amatan Tribun Medan, tampak ada tiga lubang menganga yang kemudian sudah ditutupi dengan balok semen agar mengantisipasi kecelakaan terulang kembali.

Lanjutnya, Sela menuturkan bahwa peristiwa dua hari lalu merupakan kejadian kedua dalam satu bulan terakhir ini. Ia menuturkan bahwa kejadian ini akibat tidak ada palang pembatas kereta api untuk memperingatkan pengendara.

"Banyak kecelakaan ini karena pas udah dibilang stop gak mau dengar, dikiranya kereta api masih jauh padahal udah dekat. Belum ada satu bulan yang kemarin udah ada kecelakaan. Makanya gara-gara kecelakaan ini dibuat palang biar gak ada lagi mobil masuk," tutur Sela.

Sela menuturkan bagi warga yang ingin menuju Jalan Gatot Subroto harus memutar menuju jalan Klambir Lima yang nantinya akan tembus ke Jalan Kampung Lalang yang memakan waktu belasan menit.

Pengendara mobil yang melintas juga tampak terkejut lantaran sebelumnya tidak ada palang pembatas. Diantaranya ada Adrian, pengendara mobil yang harus memutar arah menuju Jalan Gatot Subroto.

"Kaget ini kok banyak yang putar balik. Pas lihat dekat rupanya ditutup. Waduh, padahal lagi buru-buru juga ini. Tapi ya mau gimana lagi demi keselamatan juga ya. Tapi lumayan jauh juga ini mutar," ujar Adrian.

Senada dengan Adrian, Suroso seorang pengendara becak yang sempat tersangkut tepat di pagar pembatas besi. Ia sendiri mengeluhkan lantaran PT. KAI memasang tidak sesuai dengan jarak ideal untuk ukuran becak.

"Iya itu tadi nyangkut. Palak juga ini kok rapat-rapat kali. Tadi penumpang kusuruh turun biar bisa belok. Cobalah diatur lagi jaraknya, gini kan bahaya juga kita melintas kalau sudah lewat," ucap Suroso.

(cr13/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved