Breaking News:

Tanggapan KPU Sumut Terkait Permintaan PDIP Untuk Diskualifikasi Vandiko-Martua di Pilkada Samosir

KPU Sumut angkat bicara terkait permintaan politisi PDIP Arteria Dahlan untuk mendiskualifikasi Paslon No 2 Pilkada Samosir, Vandiko-Martua.

TRIBUN MEDAN
Ketua KPU Sumut, Herdensi Adnin. 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Victory Arrival Hutauruk

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - KPU Sumut angkat bicara terkait permintaan politisi PDIP Arteria Dahlan untuk mendiskualifikasi Paslon No 2 Pilkada Samosir, Vandiko Gultom-Martua Sitanggang terkait dugaan politik uang.

Ketua KPU Herdensi Adnin menyebutkan bahwa undang-undang sudah memfasilitasi apabila ada paslon yang tidak puas dengan hasil Pilkada.

"Terkait dengan hasilnya sebenarnya undang-undang itu sudah fasilitasi sejawat bagi pasangan calon atau partai politik pendukung khususnya pasangan calon.

Kalau mereka tidak puas terhadap hasil yang sudah ditetapkan oleh KPU, di UU itukan difasilitasi jalan hukumnya mereka bisa menggugat ke MK," tuturnya kepada tribunmedan.id, Kamis (17/12/2020).

Adapun hasil rekapitulasi KPU Samosir, paslon Vandiko- Martua memperoleh suara terbanyak dengan 41.806 suara.

Sedangkan dua paslon rivalnya, Marhulae Simbolon-Guntur Sinaga memperoleh 6.594 suara dan petahana Rapidin Simbolon-Juang Sinaga mendapat 30.238 suara.

Terkait permintaan diskualifikasi, Herdensi menyebutkan bahwa hal tersebut harus ada bukti-bukti terkait keberatan tersebut.

"Terkait diskualifikasi memang harus ada pembuktian-pembuktian yang dilakukan oleh pasangan calon terkait dengan keberatan mereka.

Sejauh ini (KPU) belum ada menerima keberatan itu, tapi ada jalur yang disediakan UU.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved