Breaking News:

Tanggapan KPU Sumut Terkait Permintaan PDIP Untuk Diskualifikasi Vandiko-Martua di Pilkada Samosir

KPU Sumut angkat bicara terkait permintaan politisi PDIP Arteria Dahlan untuk mendiskualifikasi Paslon No 2 Pilkada Samosir, Vandiko-Martua.

TRIBUN MEDAN
Ketua KPU Sumut, Herdensi Adnin. 

Saat ini, Herdensi menjelaskan pihaknya masih melakukan pemantauan di 23 daerah yang melaksanakan Pilkada Serentak 2020.

"Kita monitoring di 23 kabupaten/kota karena Pilkada Sumut di 23 kabupaten/kota.

Saya sedang di Nias, semalam di Nias Selatan dan Gunung Sitoli melakukan monitoring terkait pelaksanaan pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah.

Saya belum bisa berkomentar terkait dengan itu (Pilkada Samosir).

Kami juga belum mendapatkan informasi detail soal itu," ujarnya.

Diberitakan Tribun-Medan.com sebelumnya, PDIP mengajukan permohonan ke KPU dan Bawaslu agar mendiskualifikasi pasangan Vandiko Gultom-Martua Sitanggang.

Hal ini berkaitan dengan dugaan money politics yang ditemukan partai berlogo banteng itu.

Politisi PDIP, Arteria Dahlan, menyebutkan money politics di Samosir sangat 'mengerikan', per orang bisa mendapatkan Rp 1 juta.

"Tidak sampai itu, kami juga melihat adanya kejahatan yang berbalutkan pencucian uang dan tidak pidana korupsi melalui modus money politic," ucap Arteria Dahlan.

"Ada calon yang rela menggelontorkan uang sampai ratusan miliar. Satu kepala lebih dari 1 juta. Mulai Desember tahun lalu, diberikan 60 ribu paket sembako dan parsel. Bulan Mei diberikan paket sembako 60 ribu dan diberikan 120 ribu masker," ujarnya.

Sebelumnya, calon bupati petahana Rapidin Samosir menyatakan belum menerima kekalahan dalam Pilkada 2020 ini.

Tim Pemenangan Pasangan Rapidin Simbolon-Juang Sinaga menuding pesaing mereka yakni, pasangan Vandiko Gultom-Martua Sitanggang melakukan politik uang.

Tak tanggung-tanggung, gelontoran uang dari Vandiko-Martua disebut-sebut mencapai Rp 100 miliar demi bisa memenangkan Pilkada Samosir 2020 ini.

Kata Gubernur Edy Rahmayadi

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved