Breaking News:

Terperosok di Saluran Irigasi, Balita Tiga Tahun Meninggal Dunia Dibawa Arus

Korban ditemukan Maruba Hutapea (50) saat memancing ikan. Tiba-tiba melihat tubuh korban mengapung di air. 

Penulis: Arjuna Bakkara | Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
TRIBUN MEDAN/HO
PERSONEL Polsek Tanah Jawa, Polres Simalungun mengecek penemuan jenazah balita yang hanyut di saluran irigasi, Jumat (18/12/2020). 

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Warga Huta I Toba, Nagori Mariah Hombang, Kecamatan Huta Bayu Raja, Kabupaten Simalungun dibuat panik dengan hilangnya bayi perempuan berusia tiga tahun, Indri Claudya Hasibuan pada Jumat (18/12/2020) siang lalu. 

Keluarga dan warga sempat mencari putri dari Borisman Hasibuan itu di sekitar saluran irigasi, hingga akhirnya ditemukan di aliran Irigasi Bondar Bolon Bah Tongguran di Huta I Toba dengan keadaan tak bernyawa.

Korban ditemukan Maruba Hutapea (50) saat memancing ikan. Tiba-tiba melihat tubuh korban mengapung di air. 

"Begitu melihat korban, saksi berteriak ada mayat, ada mayat, sehingga orang banyak berdatangan ke tempat kejadian," kata Kapolsek Tanah Jawa, Kompol Slamet.

Sembari berteriak, kata Kapolsek, saksi langsung mengejar jenazah itu, lalu mengambil sebatang kayu untuk menarik korban dari air dan mengangkatnya.

Dugaan sementara, korban masuk tergelincir masuk ke irigasi lalu terbawa arus.

Slamet menambahkan, korban sudah diserahkan pada orangtuanya yaitu Borisman Hasibuan (47) dan Daoni Hutapea (43) yang beralamat di Huta Ujung Bondar, Nagori Bosar Galugur, Kecamatan Huta Bayu Raja, Kabupaten Simalungun.

Namun sebelum diserahkan kepada keluarga, kata Kapolsek Tanah Jawa, pihaknya terlebih dahulu memastikan kematian korban dengan cara membawanya ke puskesmas terdekat.

"Dari hasil pemeriksaan pihak medis atau kesehatan bahwa terhadap korban tidak ditemukan adanya tanda - tanda kekerasan," tutupnya.(alj/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved