Breaking News:

Kubah Lava Gunung Sinabung Semakin Besar, Volume Diperkirakan Lebih 2,5 Juta Kubik

Aktivitas Gunung Sinabung yang berada di Kabupaten Karo, sampai sekarang masih terus fluktuatif.

Tribun-Medan.com/Muhammad Nasrul
Pengamat Gunung Sinabung Armen Putra, menunjukkan visual kubah lava di puncak Sinabung yang semakin membesar, di pos PGA Sinabung, Jalan Kiras Bangun, Simpangempat, Minggu (20/12/2020). Dirinya mengatakan, kubah lava Gunung Sinabung saat ini mencapai lebih dari 2,5 juta kubik. 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Muhammad Nasrul

TRIBUN-MEDAN.com, SIMPANGEMPAT - Aktivitas Gunung Sinabung yang berada di Kabupaten Karo, sampai sekarang masih terus fluktuatif.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui petugas yang ada di Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Sinabung, masih terus mencatat adanya aktivitas guguran dengan jarak luncur mulai dari 500 meter hingga 1.000 meter.

Terbaru, berdasarkan pengamatan secara visual di atas puncak Gunung Sinabung juga terlihat tumpukan kubah lava yang semakin membesar. Saat dikonfirmasi, petugas pengamat Gunung Sinabung Armen Putra, membenarkan adanya penambahan pasokan magma di kubah lava tersebut.

"Memang kita lihat kubah lava di atas puncak Sinabung semakin besar. Dan kita lihat juga aktivitasnya masih sering terjadi guguran dan adanya gempa-gempa low frekuensi dan gempa hybrid," ujar Armen, saat ditemui di Pos PGA Sinabung, Jalan Kiras Bangun, Simpangempat, Minggu (20/12/2020).

Saat dinyata mengenai kondisi kubah lava, Armen menjelaskan jika pertumbuhan kubah lava pertama kali terlihat sejak bukan September lalu. Dirinya menyebutkan, hingga tiga bulan berselang tepatnya pada bulan Desember ini, pihaknya melihat jika volume kubah lava diperkirakan sudah mencapai 2,5 juta kubik.

"Saat ini kalau kita lihat volumenya, diperkirakan mencapai lebih dari 2,5 juta kubik. Tapi kalau untuk jumlah pastinya, kita belum dapat ukurannya," katanya.

Dirinya menjelaskan, pihaknya melihat pembengkakan kubah lava ini dikarenakan pasokan magma dan gas dari dalam ginung api masih cukup tinggi. Sementara, untuk aktivitas guguran lebih sedikit jika dibandingkan dengan pasokan yang datang dari dalam perut gunung.

Ketika ditanya apakah hal yang patut diwaspadai yang dapat diakibatkan oleh kubah lava ini, Armen mengatakan jika sampai saat ini masih ada potensi awan panas. Selain itu, dirinya mengatakan jika nantinya sewaktu-waktu terjadi erupsi dengan tekanan yang cukup besar, juga diwaspadai dorongan kubah lava yang pecahannya dapat terhempas ke semua arah.

"Potensi awan panas dari kubah lava yang runtuh masih terus ada, kalau arah guguran masih ke arah Timur, Tenggara, dan Selatan. Sementara kalau terjadi erupsi yang dapat membongkar kubah lava, ini bisa menuju ke segala arah," ungkapnya.

Ketika ditanya perihal berapa jauh luncuran awan panas yang dapat disebabkan oleh kubah lava ini, Armen mengatakan jika semuanya tergantung bagian kondisi tekanan dari dalam ginung. Namun, seperti yang terjadi sebelumnya jarak luncur terbesar bisa mencapai sejauh lima kilometer.

"Sedangkan kalau bersamaan dengan letusan, jaraknya bisa mencapai tiga komentar. Tapi bisa menuju ke semua arah," katanya.

Lebih lanjut, sejak terlihat muncul pada akhir September lalu Armen mengatakan pihaknya belum melihat adanya tanda-tanda pengurangan volume kubah lava. Bahkan, pihaknya melihat jika volume kubah lava semakin besar. Untuk itu, dirinya mengatakan pihaknya mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk menjauhi zona merah yang telah ditentukan.

(cr4/tribun-medan.com)

Penulis: Muhammad Nasrul
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved